Pendidikan
Beranda » Berita » Joki UTBK Ungkap Kemampuan Kuasai Soal Kedokteran, Kapolrestabes Surabaya Terkejut Saat Interogasi

Joki UTBK Ungkap Kemampuan Kuasai Soal Kedokteran, Kapolrestabes Surabaya Terkejut Saat Interogasi

Joki UTBK Ungkap Kemampuan Kuasai Soal Kedokteran, Kapolrestabes Surabaya Terkejut Saat Interogasi
Joki UTBK Ungkap Kemampuan Kuasai Soal Kedokteran, Kapolrestabes Surabaya Terkejut Saat Interogasi

Media Pendidikan – 07 Mei 2026 | Surabaya – Kapolrestabes Surabaya, Kombespol Luthfie Sulistiawan, tampak terkejut ketika seorang tersangka joki Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) mengaku telah membantu enam peserta lulus program kedokteran secara konsisten. Pengakuan tersebut muncul pada sesi interogasi di kantor polisi pada Senin (5/5/2024).

Polisi menanggapi pengakuan tersebut dengan melakukan penyelidikan menyeluruh. Tim khusus yang dibentuk oleh Polda Jawa Timur mencatat jejak digital, termasuk data log masuk ke server ujian, serta mengidentifikasi jaringan yang diduga terlibat. Hingga kini, pihak berwenang telah menangkap tiga orang tambahan yang diduga menjadi penghubung antara joki dan calon peserta.

Baca juga:

Kasus joki UTBK bukan hal baru di Indonesia. Data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mencatat adanya peningkatan laporan kecurangan ujian daring sejak 2022, terutama pada ujian masuk perguruan tinggi. Pada tahun 2023, tercatat lebih dari 1.200 kasus serupa, dengan sebagian besar melibatkan mata pelajaran sains dan kedokteran.

Kapolrestabes Surabaya menegaskan bahwa proses interogasi masih berlangsung dan bukti kuat diperlukan sebelum proses hukum dilanjutkan. “Kami akan menelusuri seluruh alur komunikasi, termasuk chat, email, dan rekaman suara, untuk memastikan tidak ada jaringan yang lebih luas,” ujar Kombespol Luthfie dalam konferensi pers singkat.

Baca juga:

Para ahli pendidikan menilai kasus ini sebagai peringatan bagi sistem ujian berbasis komputer. Dr. Anisa Putri, dosen Fakultas Psikologi Universitas Airlangga, berpendapat, “Kemudahan akses data soal sebelum pelaksanaan menjadi celah utama. Pengawasan teknis harus ditingkatkan, termasuk enkripsi yang lebih kuat dan audit independen.”

Di sisi lain, beberapa calon peserta yang mengaku menjadi korban joki mengungkapkan kerugian finansial yang signifikan. Salah satunya, yang tidak ingin disebutkan namanya, menyatakan telah membayar hingga Rp15 juta untuk layanan joki, namun tetap gagal lolos karena soal yang berubah secara mendadak.

Baca juga:

Penegakan hukum terhadap praktik joki UTBK diharapkan dapat memberikan efek jera. Kapolrestabes menambahkan, “Kami berkomitmen menindak tegas semua pelaku, termasuk penyedia jasa, perantara, dan korban yang terlibat secara aktif,” tegasnya. Sementara itu, Kementerian Pendidikan sedang menyiapkan regulasi baru yang akan memperketat verifikasi identitas peserta dan memperkenalkan sistem pemantauan real‑time selama ujian berlangsung.

Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan, dan pihak kepolisian belum mengumumkan tanggal sidang bagi tersangka utama. Namun, harapan publik adalah agar skandal joki UTBK ini menjadi momentum reformasi yang signifikan dalam menjaga integritas proses seleksi masuk perguruan tinggi.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *