Ekonomi
Beranda » Berita » Harga Komoditas Turun dan Naik: Minyak Mentah Turun 3%, CPO Melesat 1,9%

Harga Komoditas Turun dan Naik: Minyak Mentah Turun 3%, CPO Melesat 1,9%

Harga Komoditas Turun dan Naik: Minyak Mentah Turun 3%, CPO Melesat 1,9%
Harga Komoditas Turun dan Naik: Minyak Mentah Turun 3%, CPO Melesat 1,9%

Media Pendidikan – 06 Mei 2026 | Pasar komoditas global menunjukkan pergerakan tajam pada Selasa 5 Mei, dengan minyak mentah menurun sekitar tiga persen dan minyak kelapa sawit (CPO) naik hampir dua persen, menandakan dinamika harga komoditas yang beragam.

Minyak Mentah dan Brent

Penurunan minyak mentah dipicu oleh pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyebut adanya kemajuan signifikan dalam upaya menuntaskan konflik dengan Iran. Menurut Bloomberg, “Minyak mentah West Texas Intermediate turun mendekati USD 100 per barel pada hari Selasa”. Sebelumnya, WTI mencatat penurunan 3,9 % pada Senin. Harga Brent crude ditutup pada kisaran USD 110 per barel, menunjukkan perbedaan yang masih cukup lebar antara dua patokan utama pasar energi.

Baca juga:

CPO Menguat

Di sisi agrikultur, harga CPO berjangka Malaysia naik 1,9 % dan mencapai MYR 4.710 per ton, menurut data TradingEconomics. Kenaikan ini menandakan permintaan yang kuat dari pasar domestik serta ekspor, meski faktor biaya produksi tetap menjadi tantangan bagi produsen.

Batu Bara, Nikel, dan Timah

Komoditas energi lain, batu bara ICE Newcastle, mengalami kenaikan tipis sebesar 0,36 % dan ditutup pada USD 139,70 per ton untuk kontrak Mei 2026, data Barchart. Sektor logam juga menunjukkan tren positif; nikel LME naik 1,43 % menjadi USD 19.642 per ton, sementara timah LME mencatat kenaikan 0,6 % dan berada di USD 49.721 per ton. Kenaikan ini dipengaruhi oleh sentimen pasar global dan permintaan dari industri manufaktur.

Baca juga:

Secara keseluruhan, pergerakan harga komoditas pada hari Selasa mencerminkan reaksi pasar terhadap perkembangan geopolitik serta kondisi permintaan dan penawaran internasional. Meskipun minyak mentah mengalami penurunan, kenaikan CPO dan logam menunjukkan adanya peluang bagi eksportir Indonesia dalam menghadapi volatilitas global.

Pengamat pasar memperkirakan bahwa keputusan politik terkait Iran serta kebijakan energi Amerika Serikat akan terus menjadi faktor penentu arah harga minyak mentah dalam beberapa minggu ke depan. Sementara itu, produsen kelapa sawit diharapkan memanfaatkan momentum kenaikan harga CPO untuk meningkatkan volume ekspor, asalkan kondisi cuaca dan biaya input tetap terkendali.

Baca juga:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *