Ekonomi
Beranda » Berita » Rosan Roeslani: Minat Investasi ke Indonesia Tetap Tinggi Meski Konflik Iran

Rosan Roeslani: Minat Investasi ke Indonesia Tetap Tinggi Meski Konflik Iran

Rosan Roeslani: Minat Investasi ke Indonesia Tetap Tinggi Meski Konflik Iran
Rosan Roeslani: Minat Investasi ke Indonesia Tetap Tinggi Meski Konflik Iran

Media Pendidikan – 13 April 2026 | Menteri Investasi sekaligus Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani, menegaskan pada Senin 13 April 2024 bahwa minat investor asing terhadap Indonesia masih kuat, meskipun situasi geopolitik di Timur Tengah sedang tidak menentu. Dalam pertemuan dengan Komisi VI DPR RI, Rosan menyampaikan pencapaian realisasi investasi kuartal I 2026 yang sudah melampaui target, sekaligus memaparkan target tahunan serta strategi pemerintah untuk mempertahankan iklim investasi yang stabil.

Target Investasi Tahun 2026

Pemerintah menargetkan total investasi sebesar Rp 2.041,3 triliun untuk tahun 2026, naik signifikan dari target tahun sebelumnya yang sebesar Rp 1.905,6 triliun. Negara‑negara yang menjadi kontributor utama investasi meliputi Singapura, China, Jepang, Korea Selatan, dan Amerika Serikat. Rosan menambahkan bahwa sektor hilirisasi masih menyumbang sekitar 30 persen dari total investasi yang masuk, menandakan pentingnya nilai tambah dalam rantai produksi nasional.

Baca juga:

“Kami terus memperkuat kebijakan prioritas, terutama dalam mempercepat hilirisasi, karena itu masih menjadi porsi terbesar dari investasi yang masuk ke Indonesia,” ujar Rosan dalam rapat tersebut.

Di tengah ketegangan yang terjadi di Timur Tengah, Rosan menilai situasi geopolitik justru membuka peluang baru bagi Indonesia. Ia menjelaskan bahwa investor dari kawasan tersebut tetap menganggap Indonesia sebagai tujuan aman untuk menyalurkan dana. “Para investor yang beroperasi lewat negara-negara Timur Tengah justru semakin intensif berkomunikasi dengan kami. Mereka menilai Indonesia mampu menjaga stabilitas politik, keamanan, dan iklim investasi yang terus ditingkatkan,” kata Rosan.

Baca juga:

Rosan juga mengungkapkan bahwa kunjungan bisnisnya ke Jepang, Korea Selatan, dan China baru-baru ini tidak mengurangi minat investasi ketiga negara tersebut. Ia menekankan bahwa dialog langsung dengan perwakilan bisnis di ketiga negara menunjukkan komitmen mereka untuk terus menambah proyek di Indonesia, meski kondisi global sedang bergejolak.

Pernyataan Rosan datang bersamaan dengan kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam forum bisnis di Washington DC pada Februari 2026, yang menegaskan upaya pemerintah Indonesia dalam memperluas jaringan investasi internasional. Menurut Rosan, keberhasilan diplomasi ekonomi ini tercermin dalam tingginya jumlah pertemuan dengan calon investor dan peningkatan penawaran proyek investasi di berbagai sektor, termasuk energi, manufaktur, dan teknologi.

Baca juga:

Dengan data realisasi investasi yang melampaui target serta target tahunan yang ambisius, pemerintah menegaskan komitmen untuk terus memperbaiki regulasi, mempercepat perizinan, dan meningkatkan kualitas infrastruktur. Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat menurunkan biaya entry bagi investor asing dan memperkuat posisi Indonesia sebagai magnet investasi di kawasan Asia Tenggara.

Secara keseluruhan, meskipun terdapat tantangan geopolitik seperti konflik di Iran, indikator ekonomi menunjukkan bahwa kepercayaan investor terhadap Indonesia tetap tinggi. Pemerintah berencana melanjutkan dialog intensif dengan investor global dan memperkuat kebijakan yang mendukung pertumbuhan investasi berkelanjutan.

Berita Terkait

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *