Ekonomi
Beranda » Berita » Airlangga Hartarto Dorong Perjanjian Dagang dengan Uni Eropa dan Kanada untuk Perkuat Ekspor Indonesia

Airlangga Hartarto Dorong Perjanjian Dagang dengan Uni Eropa dan Kanada untuk Perkuat Ekspor Indonesia

Airlangga Hartarto Dorong Perjanjian Dagang dengan Uni Eropa dan Kanada untuk Perkuat Ekspor Indonesia
Airlangga Hartarto Dorong Perjanjian Dagang dengan Uni Eropa dan Kanada untuk Perkuat Ekspor Indonesia

Media Pendidikan – 06 Mei 2026 | Menko Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan komitmen pemerintah untuk memperluas pasar ekspor Indonesia melalui perjanjian dagang dengan Uni Eropa dan Kanada. Pernyataan itu disampaikan saat ia tiba di Masjid Salahuddin, Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, menjelang melaksanakan salat Idul Fitri 1447 H pada Sabtu, 21 Maret 2026.

Badan Pusat Statistik melaporkan nilai ekspor pada Maret 2026 sebesar USD 22,53 miliar, turun 3,10 % dibandingkan dengan Maret 2025. Namun, pada kuartal pertama 2026 total ekspor mencapai USD 66,85 miliar, naik tipis 0,34 % YoY. Di sisi lain, impor selama periode yang sama tercatat USD 61,30 miliar, meningkat tajam 10,05 % dibandingkan tahun sebelumnya, menimbulkan defisit perdagangan yang relatif sempit.

Baca juga:

Dalam konferensi pers Selasa 5 Mei, Airlangga menegaskan bahwa membuka pasar baru menjadi langkah utama untuk mengatasi ketidakpastian global. Ia menyatakan, “Langkah‑langkah pemerintah terkait dengan ekspor tentu salah satunya adalah membuka pasar lebih luas.” Fokus utama kini diarahkan pada Uni Eropa melalui proses ratifikasi Indonesia‑European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU‑CEPA). Saat ini dokumen masih dalam tahap terjemahan ke 22 bahasa, dan jika selesai diharapkan pasar Eropa dapat dibuka dengan tarif nol mulai 1 Januari 2027.

Selain itu, Indonesia terus memperkuat Free Trade Agreement (FTA) dengan Kanada serta menjajaki Economic Growth Partnership dengan Inggris yang diproyeksikan bertransformasi menjadi FTA penuh. Airlangga menilai, “Dengan adanya ketidakpastian antara Kanada dan negara‑negara lain, peran Indonesia semakin penting dan beberapa produk kini dapat masuk ke pasar Kanada.” Upaya ini diharapkan meningkatkan diversifikasi destinasi ekspor, khususnya pada sektor agrikultur, manufaktur, dan teknologi hijau.

Baca juga:

Menko juga akan menghadiri ASEAN Economic Ministerial Meeting pada keesokan harinya. Agenda utama meliputi respons ASEAN terhadap krisis energi dan pangan, termasuk pembahasan strategic petroleum reserve dan strategic food reserve. Hasil rekomendasi akan disampaikan kepada para pemimpin ASEAN dalam pertemuan puncak pada hari Jumat.

Dengan langkah‑langkah diplomatik dan kebijakan perdagangan yang terkoordinasi, pemerintah menargetkan peningkatan nilai ekspor secara berkelanjutan serta penurunan ketergantungan pada impor. Penguatan perjanjian dagang diharapkan menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekonomi pasca‑pandemi dan memperkuat posisi Indonesia di rantai nilai global.

Baca juga:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *