Hiburan
Beranda » Berita » ART Dipukul dan Dicakar, Erin Bantah Tuduhan 100% Tidak Benar

ART Dipukul dan Dicakar, Erin Bantah Tuduhan 100% Tidak Benar

ART Dipukul dan Dicakar, Erin Bantah Tuduhan 100% Tidak Benar
ART Dipukul dan Dicakar, Erin Bantah Tuduhan 100% Tidak Benar

Media Pendidikan – 06 Mei 2026 | Erin Herawati, mantan istri Andre Taulany, menegaskan bahwa tuduhan bahwa ART (Asisten Rumah Tangga) nya dipukul hingga dicakar tidak memiliki dasar. Pada Senin (4/5/2026) pihak ART melaporkan dugaan penganiayaan ke Polres Metro Jakarta Selatan, sementara Erin mengajukan laporan balik atas pencemaran nama baik pada Selasa (5/5/2026). Kedua laporan kini sedang ditangani oleh penyidik.

Kronologi Perselisihan

Herawati mengklaim bahwa Erin memukuli, memaki, dan mencakar dirinya selama hampir tiga minggu kerja. Ia menyebutkan bahwa insiden tersebut terjadi antara awal April hingga akhir April 2026. Sebagai bukti, Herawati menyatakan telah melakukan visum, meskipun pihak kepolisian belum menerima surat visum tersebut.

Baca juga:

Erin menanggapi dengan tegas. “Bisa saya buktikan 100% tidak benar,” ujar Erin di kawasan Senayan, Jakarta Pusat. Ia menambahkan bahwa ia memiliki 14 video rekaman yang menunjukkan kondisi rumah selama masa kerja Herawati, serta bukti lain yang akan diberikan kepada penyidik. “Di rumah silakan nanti ada penyidik bisa langsung bicara,” tambahnya.

Herawati juga dituduh mengunggah video yang menampilkan anak‑anak dan interior rumah ke media sosial pribadinya, serta pernah memakai pakaian milik putri Erin tanpa izin. Perilaku tersebut membuat Erin meminta pihak penyalur ART untuk menjemput Herawati dan menggantinya dengan tenaga baru.

Baca juga:

Polisi mencatat dua laporan terpisah. Laporan pertama diajukan oleh Herawati pada Senin (4/5/2026) dengan tuduhan penganiayaan fisik. Laporan kedua diajukan oleh Erin pada Selasa (5/5/2026) dengan tuduhan pencemaran nama baik dan fitnah. Kedua laporan masih dalam tahap penyelidikan, dan polisi belum mengeluarkan keputusan akhir.

Erin menegaskan bahwa semua bukti akan diserahkan kepada penyidik, termasuk rekaman video yang berjumlah 14 buah. Ia berharap proses hukum dapat menyelesaikan sengketa ini secara adil tanpa menimbulkan fitnah lebih lanjut.

Baca juga:

Kasus ini menarik perhatian publik karena melibatkan tokoh publik dan menyoroti pentingnya prosedur hukum dalam penyelesaian perselisihan tenaga kerja domestik. Hingga kini, belum ada keputusan final, namun proses hukum terus berjalan di Polres Metro Jakarta Selatan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *