Media Pendidikan – 12 April 2026 | PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat peningkatan signifikan pada layanan kereta api Pangandaran selama Januari hingga Maret 2026. Jumlah penumpang rute Gambir‑Banjar naik 21,23 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, mencatat total 97.306 penumpang. Angka tersebut melampaui 80.265 penumpang pada tahun 2025, menandakan pertumbuhan positif dalam mobilitas wisatawan menuju Jawa Barat selatan.
Faktor Pendorong dan Respons KAI
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menjelaskan bahwa kereta api Pangandaran menjadi pilihan utama bagi masyarakat yang ingin berwisata ke kawasan pesisir. “Bagi yang masih bingung minggu depan mau berwisata ke mana, KA Pangandaran bisa jadi jawabannya. Perjalanan menuju Banjar ini sangat eksotis, sebuah pembuka yang sempurna sebelum benar-benar sampai dan mengeksplorasi deretan pantai indah di Pangandaran,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, 11 April 2026.
Rute kereta yang melintasi Purwakarta hingga Banjar menawarkan panorama alam asri, memberi penumpang kesempatan menikmati pemandangan tanpa kelelahan fisik. Anne Purba menambahkan bahwa kenyamanan ini berdampak pada peningkatan kunjungan ke destinasi wisata utama seperti Pantai Batu Karas, Green Canyon, dan Aquarium Indonesia.
Dampak Ekonomi Lokal
Peningkatan jumlah penumpang turut memicu pertumbuhan sektor usaha mikro kecil menengah (UMKM) serta tingkat hunian akomodasi di sekitar Pangandaran. Wisatawan yang tiba di Banjar dapat melanjutkan perjalanan ke Kabupaten Pangandaran untuk menikmati kuliner khas laut, misalnya lobster bakar segar, serta menyaksikan matahari terbenam di Pantai Madasari.
- Pantai Batu Karas – spot selancar dan foto Instagram
- Green Canyon – wisata alam dengan perahu menyusuri sungai
- Aquarium Indonesia – edukasi biota laut
Executive Vice President Corporate Secretary KAI, Wisnu Pramudya, menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung pariwisata daerah. “KAI senang bisa menjadi bagian dari rencana liburan masyarakat. Kami terus berkolaborasi dengan banyak pihak agar perjalanan kereta api tetap jadi pilihan utama yang seru, nyaman, dan pastinya memberikan manfaat untuk kemajuan pariwisata Indonesia,” katanya.
Data tersebut menunjukkan bahwa transportasi kereta api tidak hanya mengurangi kemacetan di jalan raya, tetapi juga meningkatkan produktivitas wisatawan. Penumpang dapat tiba di tujuan dengan kondisi tubuh yang segar, sehingga waktu yang dihabiskan untuk menikmati kuliner atau aktivitas pantai menjadi lebih optimal.
Dengan pertumbuhan penumpang yang konsisten, KAI berencana memperkuat jaringan layanan dan meningkatkan frekuensi kereta pada rute populer. Hal ini diharapkan dapat menstimulus lebih banyak wisatawan domestik untuk memilih kereta sebagai moda transportasi utama, sekaligus mendukung revitalisasi ekonomi daerah yang masih dipulihkan pasca‑pandemi.
Secara keseluruhan, kenaikan 21,23 persen pada triwulan I 2026 menandakan keberhasilan strategi KAI dalam mengintegrasikan transportasi dengan potensi pariwisata lokal. Ke depannya, sinergi antara penyedia layanan transportasi dan pelaku wisata diharapkan dapat memperkuat daya tarik Jawa Barat selatan sebagai destinasi liburan kelas dunia.


Komentar