Media Pendidikan – 02 Mei 2026 | Jakarta, 2 Mei 2026 – Sebuah video yang menampilkan Ketua Majelis Syura Partai Ummat, Amien Rais, mengkritik Presiden Prabowo Subianto tiba-tiba menghilang dari kanal YouTube pribadinya, memicu sorotan publik dan respons cepat dari pemerintah.
Video tersebut menampilkan Amien Rais menyampaikan pandangannya terkait kebijakan pemerintah yang dianggap kurang mendengar aspirasi rakyat. Dalam rekaman, ia secara eksplisit menyinggung nama Presiden Prabowo Subianto, yang kemudian menjadi pusat kontroversi. Pada saat pertama kali diunggah, video memperoleh ribuan tayangan dalam hitungan jam, menandakan tingkat perhatian yang tinggi.
Beberapa jam setelah video dipublikasikan, kanal YouTube Amien Rais melaporkan bahwa video itu tidak lagi dapat diakses. Pihak platform belum memberikan penjelasan resmi mengenai penghapusan tersebut, sementara sejumlah netizen menuduh adanya tekanan politik. Kejadian ini menambah ketegangan hubungan antara partai politik dan lembaga eksekutif.
Pemerintah menanggapi dengan menyatakan kesiapan menempuh jalur hukum bila terbukti adanya pelanggaran hukum yang terkait dengan penyebaran konten yang menyinggung presiden. Menurut juru bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika, ‘Jika terbukti melanggar Undang‑Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, proses hukum akan kami jalankan tanpa pandang bulu.’
Pernyataan tersebut menegaskan komitmen pemerintah untuk menegakkan aturan yang ada, sekaligus memberikan peringatan kepada semua pihak agar berhati-hati dalam menyampaikan kritik publik. Pihak kepolisian pun telah diminta untuk melakukan penyelidikan awal mengenai siapa yang menghapus video dan dengan motif apa.
Hingga kini, belum ada informasi resmi mengenai kapan atau apakah video tersebut akan dipulihkan. Namun, para pengamat politik memperkirakan bahwa kasus ini dapat menjadi preseden penting dalam penegakan hukum terhadap konten digital yang mengandung unsur politik sensitif. Perkembangan selanjutnya akan terus dipantau oleh media dan masyarakat.


Komentar