Media Pendidikan – 23 April 2026 | SMK Negeri 3 Tondano mengajukan permohonan revitalisasi lanjutan untuk tahun ajaran 2027 setelah fase pertama selesai pada Desember 2025. Kepala Sekolah, Imelda Moonik, menegaskan bahwa dukungan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) sangat diperlukan untuk menyempurnakan fasilitas belajar mengajar.
Latar Belakang Revitalisasi Pertama
Program revitalisasi pertama SMK Negeri 3 Tondano memperoleh alokasi anggaran sebesar Rp 2,6 miliar pada tahun anggaran 2026. Dana tersebut dialokasikan untuk pembangunan sejumlah ruang kelas baru, satu ruang Bimbingan Konseling (BK), fasilitas toilet yang memadai, serta ruang praktik khusus bagi jurusan Teknik Konstruksi dan Perumahan (TKP). Seluruh pekerjaan konstruksi selesai pada Desember 2025, memberikan dampak positif terhadap kenyamanan siswa dan tenaga pendidik.
“Kami berharap revitalisasi lanjutan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran,” ujar Imelda Moonik dalam konferensi pers di kampus SMK pada awal Januari 2026. Ia menambahkan bahwa meski fasilitas dasar telah terbentuk, masih terdapat kebutuhan akan laboratorium teknologi bangunan, ruang simulasi digital, serta peningkatan jaringan internet untuk mendukung kurikulum berbasis kompetensi.
Permohonan Revitalisasi 2027
Menanggapi kebutuhan tersebut, pihak sekolah mengajukan proposal resmi kepada Kementerian Pendidikan untuk melaksanakan fase kedua revitalisasi pada tahun 2027. Permohonan tersebut mencakup anggaran tambahan sebesar Rp 1,8 miliar, yang akan dialokasikan untuk:
- Pengembangan laboratorium teknik sipil dengan peralatan modern.
- Peningkatan infrastruktur teknologi informasi, termasuk jaringan fiber optic.
- Pembangunan ruang serbaguna yang dapat dipakai untuk pelatihan vokasi dan kegiatan ekstrakurikuler.
- Peningkatan area hijau dan fasilitas olahraga.
Proposal ini diperkirakan dapat menutup kesenjangan antara standar nasional pendidikan vokasi dengan kebutuhan industri konstruksi yang terus berkembang.
Respons Mendikdasmen Muti
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim (Muti), memberikan jawaban positif terhadap permohonan SMK Negeri 3 Tondano. Dalam pernyataannya, Mendik menyatakan bahwa pemerintah berkomitmen untuk memperkuat pendidikan kejuruan melalui program revitalisasi berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa alokasi anggaran 2027 akan diprioritaskan bagi sekolah yang telah menunjukkan hasil implementasi efektif pada fase sebelumnya.
“Revitalisasi berkelanjutan merupakan langkah strategis untuk menyiapkan tenaga kerja terampil yang siap pakai di pasar kerja,” ujar Mendik Muti. “Kami akan meninjau proposal SMK Negeri 3 Tondano secara menyeluruh dan memastikan bahwa dana yang diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal demi peningkatan mutu pendidikan vokasi di wilayah Sulawesi Utara.”
Selanjutnya, Kementerian akan mengirim tim ahli untuk melakukan audit lapangan terhadap fasilitas yang sudah dibangun, serta menilai kesiapan SMK dalam mengelola dana tambahan. Hasil audit tersebut akan menjadi dasar rekomendasi alokasi anggaran tahun 2027.
Dengan dukungan pemerintah pusat, SMK Negeri 3 Tondano berharap dapat memperluas kapasitas pelatihan, meningkatkan jumlah lulusan yang siap kerja, serta memperkuat kemitraan dengan industri konstruksi lokal. Upaya ini diharapkan menjadi contoh bagi sekolah menengah kejuruan lain dalam mengoptimalkan program revitalisasi fasilitas pendidikan.


Komentar