Media Pendidikan – 01 Juni 2026 | Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan untuk memasukkan pengajaran bahasa Prancis di semua tingkat sekolah di Indonesia. Namun, akademisi Gus Nadir dan Komisi X DPR telah menyuarakan kekhawatiran tentang kesiapan dan potensi beban siswa dalam menanggapi kebijakan ini.
Berdasarkan data dari Badan Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Pertahanan, pada tahun 2022, ada lebih dari 300.000 siswa yang mendaftar ke sekolah lanjutan untuk belajar bahasa Prancis.
Gus Nadir menyebutkan bahwa kebutuhan akan guru-guru yang terlatih untuk mengajar bahasa Prancis sangat besar, tetapi sumber daya manusia yang tersedia masih terbatas. ‘Kita membutuhkan guru-guru yang bisa mengajar bahasa Prancis karena tidak semua guru bisa berbicara dengan fasih,’ kata Gus Nadir.
Di sisi lain, Komisi X DPR menekankan bahwa kebijakan ini harus dipertimbangkan dengan hati-hati karena potensi beban siswa yang meningkat.
Para anggota Komisi X DPR menyarankan agar pemerintah mempertimbangkan kebutuhan akan sumber daya dan kemampuan siswa sebelum melaksanakan kebijakan ini.
Hal ini menjadi perhatian utama karena beberapa tahun terakhir, siswa Indonesia telah menunjukkan peningkatan minat belajar bahasa Prancis, terutama di sekolah lanjutan.


Komentar