Sekolah
Beranda » Berita » Program Sekolah Rakyat Diperluas, Targetkan 46 Ribu Siswa untuk Tingkatkan Akses Pendidikan

Program Sekolah Rakyat Diperluas, Targetkan 46 Ribu Siswa untuk Tingkatkan Akses Pendidikan

Program Sekolah Rakyat Diperluas, Targetkan 46 Ribu Siswa untuk Tingkatkan Akses Pendidikan
Program Sekolah Rakyat Diperluas, Targetkan 46 Ribu Siswa untuk Tingkatkan Akses Pendidikan

Media Pendidikan – 15 April 2026 | Pemerintah Indonesia kembali memperluas Program Sekolah Rakyat (PSR) dengan target menampung 46 ribu siswa pada periode selanjutnya. Inisiatif ini diluncurkan untuk mengurangi kesenjangan akses pendidikan, terutama di wilayah yang belum terjangkau oleh fasilitas sekolah formal.

Sejak pertama kali diperkenalkan, PSR telah menjadi sarana penting bagi anak-anak yang tinggal di daerah terpencil, kawasan permukiman kumuh, atau komunitas yang mengalami keterbatasan infrastruktur pendidikan. Dengan memperluas jangkauan program, pemerintah berharap dapat menambah jumlah peserta secara signifikan, sekaligus meningkatkan kualitas belajar melalui kurikulum yang disesuaikan dengan kebutuhan lokal.

Baca juga:

“Program Sekolah Rakyat terus diperluas oleh pemerintah guna meningkatkan akses pendidikan bagi masyarakat,” ujar seorang pejabat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam rapat koordinasi kebijakan pendidikan. Pernyataan tersebut menegaskan komitmen pemerintah untuk menjadikan PSR sebagai solusi jangka panjang dalam mengatasi masalah ketidaksetaraan pendidikan.

Target 46 ribu siswa mencakup anak-anak usia 6 hingga 15 tahun yang sebelumnya tidak terdaftar di sekolah formal. Pemerintah menyiapkan tenaga pengajar yang dilatih khusus untuk mengelola kelas PSR, dengan materi pembelajaran yang mengintegrasikan nilai-nilai budaya lokal serta kompetensi dasar nasional. Selain itu, fasilitas belajar yang bersifat mobile, seperti kelas keliling dan pusat pembelajaran berbasis komunitas, akan diperkaya untuk menjangkau lokasi-lokasi yang paling membutuhkan.

Data internal kementerian menunjukkan bahwa pada fase sebelumnya, program ini berhasil menurunkan angka putus sekolah di beberapa wilayah hingga 12 persen. Dengan peningkatan kapasitas ini, diharapkan angka tersebut dapat terus berkurang, sejalan dengan agenda Pemerintah Nasional untuk mencapai Pendidikan Dasar Berkualitas (PDBK) bagi seluruh anak Indonesia.

Baca juga:

Implementasi perluasan PSR juga melibatkan kerja sama dengan pemerintah daerah, lembaga non‑pemerintah, serta sektor swasta. Pendanaan tambahan dialokasikan melalui anggaran khusus, yang mencakup pembangunan modul pembelajaran, penyediaan buku teks, serta peningkatan sarana teknis seperti perangkat digital untuk proses pembelajaran daring bila diperlukan.

Secara geografis, program ini difokuskan pada provinsi dengan tingkat partisipasi sekolah terendah, termasuk wilayah-wilayah di Papua, Nusa Tenggara, dan bagian timur Sumatra. Setiap kabupaten akan diberikan target kuota siswa yang proporsional dengan tingkat kebutuhan pendidikan di daerah tersebut.

Dengan memperluas PSR, pemerintah tidak hanya menambah kuota siswa, tetapi juga memperkuat ekosistem pendidikan inklusif yang mampu menyesuaikan diri dengan dinamika sosial‑ekonomi masyarakat. Langkah ini diharapkan menjadi katalisator bagi generasi muda untuk memperoleh pendidikan yang layak, meningkatkan harapan hidup, dan pada akhirnya mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Baca juga:

Ke depan, evaluasi berkala akan dilakukan untuk menilai efektivitas program, termasuk pemantauan capaian target, kualitas pengajaran, dan kepuasan peserta. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar perbaikan kebijakan selanjutnya, memastikan Program Sekolah Rakyat tetap relevan dan berdaya guna bagi semua lapisan masyarakat.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *