Media Pendidikan – 07 Mei 2026 | Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono mengumumkan bahwa semua gedung permanen Sekolah Rakyat akan dilengkapi dengan dapur mandiri. Kebijakan ini akan mulai diterapkan pada tahun ajaran baru setelah proses transisi dari sistem catering selesai.
Rapat Koordinasi dan Rencana Transisi
Pernyataan tersebut disampaikan pada Rapat Koordinasi Gugus Tugas Pengendalian Operasional Sekolah Rakyat yang diadakan di Sentra Inten Soeweno, Cibinong, Kabupaten Bogor, pada Rabu, 6 Mei 2026. Pertemuan itu membahas monitoring tenaga kependidikan, khususnya juru masak, serta disiplin ASN di lingkungan Sekolah Rakyat.
Agus Jabo menegaskan bahwa saat ini penyediaan makanan bagi murid-murid Sekolah Rakyat masih mengandalkan sistem catering, terutama di lokasi rintisan. Namun, Kementerian Sosial sedang menyiapkan regulasi serta skema transisi yang akan mengalihkan penyediaan makanan ke dapur mandiri secara bertahap.
“Transisi dari sistem catering menuju pengelolaan dapur mandiri harus dilaksanakan secara hati-hati dan terencana,” kata Wamensos Agus Jabo dalam rapat tersebut. Ia menambahkan bahwa identifikasi sekolah yang sudah menerima peralatan masak dan telah merekrut juru masak menjadi langkah awal yang krusial.
Pengelolaan dapur mandiri diharapkan dapat meningkatkan kontrol atas kualitas gizi, keamanan pangan, dan higienitas proses memasak. “Kualitasnya harus dinaikkan karena dapur ini ada di rumahnya sendiri, bukan lagi dikelola oleh pihak catering,” ujarnya. Dengan peralatan yang dimiliki sekolah, tidak ada ruang untuk kompromi terhadap standar gizi seimbang dan sanitasi makanan.
Selain itu, Kementerian Sosial berkomitmen menyiapkan pelatihan bagi juru masak agar mereka mampu mengolah makanan sesuai prinsip gizi seimbang dan standar kebersihan. Identifikasi sekolah yang sudah memiliki peralatan dan tenaga masak menjadi prasyarat sebelum dapur mandiri diaktifkan secara penuh.
Langkah ini juga selaras dengan upaya pemerintah meningkatkan kemandirian sekolah dalam menyediakan layanan dasar, termasuk pangan. Dapur mandiri diharapkan menjadi titik fokus peningkatan kesehatan peserta didik, sekaligus mengurangi ketergantungan pada penyedia layanan catering eksternal.
Dengan skema transisi yang terencana, diharapkan seluruh Sekolah Rakyat dapat mengoperasikan dapur mandiri pada awal tahun ajaran 2026/2027, menjamin makanan yang lebih aman, bergizi, dan sesuai standar nasional.


Komentar