Media Pendidikan – 07 Juni 2026 | Pengusaha bus pariwisata di Jawa Barat menghadapi kesulitan besar akibat nilai tukar Rupiah yang melambung tinggi. Dengan nilai tukar Rp 18.000 per dolar, mereka terancam untuk menghentikan sebagian operasional kendaraan mereka. Hal ini akan memiliki dampak besar pada industri pariwisata di daerah tersebut.
Bus pariwisata merupakan salah satu industri yang paling terdampak oleh perubahan nilai tukar Rupiah. Mereka harus membayar biaya bahan bakar, tol, dan lain-lain dalam dolar. Dengan nilai tukar yang melambung tinggi, biaya-biaya tersebut menjadi sangat mahal.
Pengusaha bus pariwisata telah mencoba untuk mengurangi biaya-biaya tersebut dengan cara mencari supplier yang lebih murah dan mengurangi jumlah penumpang. Namun, hal ini tidak cukup untuk mengatasi kesulitan yang mereka hadapi.


Komentar