Pendidikan
Beranda » Berita » Revitalisasi Turāts dan Tantangan Kontemporer: Meneladani Pemikiran Hasan Hanafi

Revitalisasi Turāts dan Tantangan Kontemporer: Meneladani Pemikiran Hasan Hanafi

Revitalisasi Turāts dan Tantangan Kontemporer: Meneladani Pemikiran Hasan Hanafi
Revitalisasi Turāts dan Tantangan Kontemporer: Meneladani Pemikiran Hasan Hanafi

Media Pendidikan – 01 Juni 2026 | Berdasarkan pemikiran Hasan Hanafi, keimanan sejati tidak boleh berhenti pada ritual pasif, tetapi harus diwujudkan dalam aksi kemanusiaan nyata untuk membongkar kemiskinan struktural, sebagaimana dicontohkan oleh tata kelola sosial Masjid Jogokariyan dan Kapal Munzalan.

Di era kontemporer ini, gagasan Oksidentalisme Hanafi menjadi instrumen epistemologis yang krusial untuk membalikkan posisi Timur dari objek menjadi subjek mandiri, guna meruntuhkan Eurosentrisme dan menghadapi tantangan "Kolonialisme Digital".

Baca juga:

Oleh karena itu, umat Islam, khususnya tradisi pesantren, perlu merevitalisasi turāts dari sekadar peniruan menjadi inovasi praktis, serta melakukan jihad intelektual di ruang digital dengan menguasai algoritma untuk menyebarkan moderasi Aswaja, membendung hoaks, dan menyuarakan keadilan.

Baca juga:

Melakukan hal ini akan menjadi strategi transformatif untuk mengubah umat dari konsumen pasif teknologi menjadi subjek peradaban modern yang berdaya saing, mandiri, dan egaliter.

Baca juga:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *