Sekolah
Beranda » Berita » Revitalisasi Sekolah: 85% Bangunan SD di Indonesia Rusak, Kemendikdasmen Siapkan Solusi

Revitalisasi Sekolah: 85% Bangunan SD di Indonesia Rusak, Kemendikdasmen Siapkan Solusi

Revitalisasi Sekolah: 85% Bangunan SD di Indonesia Rusak, Kemendikdasmen Siapkan Solusi
Revitalisasi Sekolah: 85% Bangunan SD di Indonesia Rusak, Kemendikdasmen Siapkan Solusi

Media Pendidikan – 01 Mei 2026 | Jakarta, 1 Mei 2026 – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikdasmen) mengungkap bahwa sekitar 85 persen bangunan sekolah dasar (SD) di seluruh Indonesia mengalami kerusakan. Dari total tersebut, diperkirakan sebanyak 120 ribu gedung SD berada dalam kondisi tak layak pakai.

Data ini menjadi sinyal kuat bagi pemerintah untuk mempercepat program revitalisasi sekolah, sebuah inisiatif yang bertujuan memperbaiki infrastruktur pendidikan sehingga proses belajar mengajar dapat berlangsung dengan aman dan nyaman. Menteri Pendidikan, Nadiem Makarim, menegaskan, “Kami berkomitmen memperbaiki semua sekolah yang rusak demi menciptakan lingkungan belajar yang layak bagi setiap anak Indonesia.”

Baca juga:

Skala Kerusakan dan Tantangan yang Dihadapi

Angka 85 persen mencerminkan permasalahan struktural yang telah lama mengganggu kualitas fasilitas pendidikan. Jika dihitung secara kasar, total bangunan SD di Indonesia berkisar antara 140.000 hingga 150.000 unit, dengan lebih dari satu pertiga di antaranya berada dalam kondisi kritis. Kerusakan meliputi atap bocor, dinding retak, serta lantai yang tidak stabil, yang semuanya berpotensi membahayakan siswa dan guru.

Kerusakan ini tidak hanya menghambat proses pembelajaran, tetapi juga menurunkan motivasi belajar siswa. Beberapa wilayah, terutama di daerah terpencil dan daerah rawan bencana, melaporkan tingkat kerusakan yang lebih tinggi dibandingkan dengan daerah perkotaan.

Untuk menanggapi situasi tersebut, Kemendikdasmen merencanakan serangkaian langkah strategis, antara lain:

  • Audit menyeluruh terhadap kondisi fisik setiap SD di seluruh negeri.
  • Penyusunan prioritas perbaikan berdasarkan tingkat kerusakan dan kebutuhan mendesak.
  • Kolaborasi dengan pemerintah daerah, lembaga swadaya masyarakat, dan sektor swasta untuk mengoptimalkan sumber daya.

Langkah-langkah ini diharapkan dapat mempercepat proses perbaikan, sekaligus memastikan transparansi dalam penggunaan anggaran.

Baca juga:

Selain itu, pemerintah menekankan pentingnya pendekatan berkelanjutan. Revitalisasi tidak sekadar memperbaiki kerusakan yang ada, melainkan juga memperkuat struktur bangunan agar tahan terhadap bencana alam dan perubahan iklim. Upaya ini sejalan dengan target pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional dalam jangka panjang.

Data terbaru menunjukkan bahwa 120 ribu bangunan SD yang rusak tersebar di hampir seluruh provinsi, dengan konsentrasi tertinggi di wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Sumatra Utara. Di beberapa kabupaten, kerusakan mencapai lebih dari 90 persen, menandakan perlunya intervensi segera.

Para pendidik dan orang tua pun menantikan langkah konkret dari pemerintah. Sejumlah guru mengungkapkan keprihatinan mereka, “Kami ingin fokus mengajar, bukan terus-menerus mengkhawatirkan keamanan gedung tempat kami bekerja.”

Dengan latar belakang data tersebut, revitalisasi sekolah menjadi agenda prioritas yang tidak dapat ditunda. Pemerintah menegaskan bahwa perbaikan infrastruktur pendidikan akan menjadi bagian integral dari agenda pembangunan nasional, sejalan dengan upaya meningkatkan mutu sumber daya manusia Indonesia.

Baca juga:

Ke depan, Kemendikdasmen berencana merilis jadwal pelaksanaan revitalisasi secara bertahap, dimulai dari daerah dengan tingkat kerusakan tertinggi. Pemantauan dan evaluasi akan dilakukan secara berkala untuk memastikan bahwa setiap langkah perbaikan memberikan dampak positif bagi lingkungan belajar.

Dengan komitmen kuat dan dukungan lintas sektor, diharapkan target perbaikan dapat tercapai dalam beberapa tahun mendatang, sehingga setiap anak Indonesia dapat belajar di lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung prestasi.

Berita Terkait

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *