Media Pendidikan – 31 Mei 2026 | Progres pembangunan Sekolah Rakyat di Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, telah mencapai 45,42 persen. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mencatat bahwa pekerjaan tersebut dipercepat agar fasilitas tersebut dapat digunakan pada tahun ajaran baru 2026/2027.
Menteri PU Dody Hanggodo meninjau langsung lokasi pembangunan di Desa Gumantar, Kecamatan Kayangan, pada Jumat, 29 Mei 2026. Sekolah tersebut menjadi salah satu proyek prioritas pendidikan di Nusa Tenggara Barat.
"Ini akan jadi tumpuan Sekolah Rakyat di NTB, yang lain masih menghadapi berbagai kendala kesiapan lahan dan akses. Karena itu saya minta progres di sini terus dipercepat agar minimal dapat fungsional sehingga adik-adik kita sudah bisa mulai sekolah di sini," kata Dody.
Sekolah Rakyat Provinsi Nusa Tenggara Barat dibangun di atas lahan seluas 6,71 hektare. Sekolah ini memiliki total luas bangunan mencapai 28.445,78 meter persegi. Kompleks pendidikan itu dilengkapi gedung SD, SMP, SMA, asrama siswa dan guru, masjid, dan kantin.
<p NILAI kontrak pembangunan mencapai Rp241,97 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Untuk mempercepat pekerjaan, Kementerian PU menambah alat berat, tenaga kerja, hingga menerapkan sistem kerja dua hingga tiga shift.


Komentar