Nasional
Beranda » Berita » Remaja 11 Tahun Tenggelam di Kali Ciliwung Ditemukan Meninggal, Tim SAR Evakuasi Jasad

Remaja 11 Tahun Tenggelam di Kali Ciliwung Ditemukan Meninggal, Tim SAR Evakuasi Jasad

Remaja 11 Tahun Tenggelam di Kali Ciliwung Ditemukan Meninggal, Tim SAR Evakuasi Jasad
Remaja 11 Tahun Tenggelam di Kali Ciliwung Ditemukan Meninggal, Tim SAR Evakuasi Jasad
Daftar Isi

Media Pendidikan – 24 April 2026 | Jakarta, 23 April 2024 – Seorang remaja berinisial AG berusia 11 tahun yang dilaporkan hilang pada Selasa, 21 April, di kawasan Kali Ciliwung, Kampung Melayu, kini telah ditemukan dalam kondisi meninggal. Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi jasadnya setelah pencarian intensif selama dua hari.

Kronologi

Baca juga:

Kronologi

Pencarian dimulai pada sore hari Selasa dengan bantuan relawan lokal, aparat kepolisian, dan unit SAR dari Dinas Penanggulangan Bencana. Tim menelusuri alur sungai, memeriksa area rawan tebing, serta menggunakan perahu kecil untuk mengakses titik-titik yang sulit dijangkau. Pada hari Rabu, pencarian berlanjut hingga malam dengan pemanfaatan lampu sorot dan sonar portable.

Pada hari Kamis, 23 April, tim menemukan jasad remaja tersebut di bagian tengah sungai, tepat di dekat bendungan kecil yang mengalirkan air ke kanal utama. Jasad diangkat menggunakan perahu SAR dan dibawa ke pos kesehatan terdekat untuk proses identifikasi.

“Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi jasad seorang remaja berinisial AG, 11,” tertulis dalam laporan resmi. Pernyataan tersebut menegaskan keberhasilan operasi penyelamatan meski hasil akhirnya tragis.

Baca juga:

Data resmi menunjukkan bahwa sejak awal tahun 2024, sebanyak 27 kasus kecelakaan serupa dilaporkan di wilayah Jakarta, dengan mayoritas melibatkan anak-anak usia di bawah 15 tahun. Faktor utama yang diidentifikasi meliputi arus deras, kurangnya pengawasan orang tua, dan minimnya fasilitas penangkal bahaya di sekitar sungai.

Para saksi yang berada di sekitar lokasi menyampaikan bahwa pada saat kejadian, air sungai terlihat lebih tinggi dari biasanya akibat hujan lebat pada malam sebelumnya. Beberapa warga mengaku telah memperingatkan anak-anak agar tidak bermain di tepi sungai, namun tidak ada tindakan pencegahan yang cukup kuat.

Pihak berwenang kini melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan tidak ada kelalaian yang berkontribusi pada tragedi ini. Keluarga AG masih berada dalam proses berduka, sementara masyarakat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya air, terutama selama musim hujan.

Baca juga:

Secara keseluruhan, kasus ini menegaskan pentingnya edukasi keselamatan air dan perlunya pengawasan ketat di area perairan publik. Pemerintah kota Jakarta berjanji akan meninjau kembali kebijakan pengamanan di sekitar sungai dan meningkatkan fasilitas penyelamatan untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *