Media Pendidikan – 15 Mei 2026 | Profesor Zainal Arifin Mochtar, atau yang lebih dikenal sebagai Prof Uceng Heran, merasa heran dengan penolakan Dandhy Laksono sebagai peserta film di Makassar. Dandhy Laksono adalah seorang pembuat film yang telah membuat beberapa film yang sangat populer di Indonesia. Penolakan ini membuat Prof Uceng Heran bertanya-tanya sejak kapan Dandhy Laksono takut film.
Dandhy Laksono adalah seorang pembuat film yang telah membuat beberapa film yang sangat populer di Indonesia. Ia telah membuat film-film seperti "Puspa" dan "Membunuh Pak Mochamad" yang sangat populer di kalangan masyarakat Indonesia. Namun, penolakan ini membuat Prof Uceng Heran merasa heran.
Prof Uceng Heran menyatakan bahwa penolakan ini tidak masuk akal karena Dandhy Laksono telah membuat beberapa film yang sangat populer di Indonesia. Ia juga menyatakan bahwa Dandhy Laksono memiliki pengalaman yang sangat luas dalam membuat film dan telah membuat beberapa film yang sangat populer di Indonesia.
- Dandhy Laksono adalah seorang pembuat film yang telah membuat beberapa film yang sangat populer di Indonesia.
- Penolakan ini membuat Prof Uceng Heran bertanya-tanya sejak kapan Dandhy Laksono takut film.
- Prof Uceng Heran menyatakan bahwa penolakan ini tidak masuk akal karena Dandhy Laksono telah membuat beberapa film yang sangat populer di Indonesia.
Dandhy Laksono telah membuat beberapa film yang sangat populer di Indonesia, seperti "Puspa" dan "Membunuh Pak Mochamad". Ia juga telah membuat beberapa film lainnya yang sangat populer di kalangan masyarakat Indonesia.
Prof Uceng Heran juga menyatakan bahwa Dandhy Laksono memiliki pengalaman yang sangat luas dalam membuat film dan telah membuat beberapa film yang sangat populer di Indonesia.


Komentar