Media Pendidikan – 15 Mei 2026 | Misi-misi NASA berhasil melacak fenomena semburan radio dari Matahari yang memecahkan rekor durasi. Awalnya, para ilmuwan tidak menemukan hal aneh saat pertama kali mengamati semburan tersebut pada Agustus 2025. Namun, fenomena itu terus berlangsung jauh lebih lama dari biasanya.
Umumnya, semburan radio Matahari jenis ini hanya bertahan beberapa jam hingga beberapa hari. Dalam peristiwa kali ini, semburan bertipe IV tersebut berlangsung selama 19 hari. Ini melampaui rekor sebelumnya yang hanya mencapai lima hari.
Semburan radio tipe IV diketahui berasal dari kumpulan elektron yang terperangkap dalam medan magnet Matahari. Meski gelombang radio yang dihasilkan tidak berbahaya secara langsung, lingkungan magnetik yang sama dapat memicu aktivitas Matahari.
Aktivitas ini berpotensi mengirim partikel berbahaya ke arah Bumi. Tak hanya itu, fenomena tersebut juga mengganggu satelit maupun wahana antariksa. Para peneliti menggabungkan data dari berbagai misi, termasuk STEREO, Parker Solar Probe, Wind, serta Solar Orbiter milik European Space Agency.
Masing-masing wahana mengamati semburan tersebut selama beberapa hari. Durasi tersebut seiring rotasi Matahari yang membawa sumber fenomena itu ke jangkauan instrumen mereka. Para ilmuwan berhasil melacak sumber semburan ke struktur magnetik besar di atmosfer Matahari yang dikenal sebagai helmet streamer.
Mereka menduga, tiga letusan besar berupa coronal mass ejections di wilayah yang sama menjadi pemicu utama durasi panjang fenomena ini. Dengan demikian, penelitian ini membantu memahami lebih lanjut tentang fenomena semburan radio Matahari dan dampaknya pada lingkungan sekitar.


Komentar