Media Pendidikan – 19 April 2026 | Jembrana, Bali – Pada hari ini, Wakil Bupati Jembrana, I Gede Ngurah Patriana Krisna alias Ipat, secara resmi menandatangani pelepasan ekspor sebanyak 2,4 ton produk pre‑rolled cones senilai lebih dari empat miliar rupiah ke pasar Los Angeles, Amerika Serikat. Langkah ini menandai pencapaian signifikan bagi produsen lokal yang berhasil menembus pasar internasional dengan produk berbasis tanaman lokal.
Ekspor tersebut mencakup 2,4 ton rolled cones yang diproduksi oleh usaha kecil menengah di Jembrana. Nilai total mencapai lebih dari Rp4 miliar, yang menunjukkan daya saing produk daerah dalam kompetisi global. Menurut data yang disampaikan oleh pihak terkait, produk ini diproses dengan standar kualitas yang ketat, mulai dari pemilihan bahan baku, proses produksi, hingga pengemasan akhir.
Wabup Ipat menegaskan pentingnya dukungan pemerintah daerah dalam memperluas jaringan pasar luar negeri. “Kami berkomitmen memberikan fasilitas dan pelatihan bagi pelaku usaha agar produk Jembrana dapat bersaing di level internasional,” ujar Ipat dalam acara pelepasan tersebut. Ia menambahkan bahwa pemerintah berupaya memfasilitasi akses ke pasar melalui kerja sama dengan lembaga ekspor dan promosi di pameran internasional.
Data resmi menunjukkan bahwa Los Angeles menjadi tujuan utama ekspor rolled cones Jembrana, mengingat tingginya permintaan produk sejenis di wilayah tersebut. Dengan total 2,4 ton, kiriman ini merupakan salah satu volume terbesar yang pernah dikirim dari Bali ke Amerika Serikat dalam satu batch.
Selain nilai ekonomi, keberhasilan ekspor ini juga memberikan dampak positif pada penciptaan lapangan kerja di Jembrana. Pemerintah daerah melaporkan bahwa produksi rolled cones melibatkan lebih dari 150 tenaga kerja lokal, mulai dari petani, pengolah, hingga staf logistik. Peningkatan permintaan internasional diperkirakan akan mendorong peningkatan jumlah tenaga kerja dan membuka peluang pelatihan kejuruan di bidang pertanian dan manufaktur.
Pengembangan produk rolled cones sendiri berawal dari inisiatif komunitas petani yang ingin memaksimalkan nilai tambah dari tanaman lokal. Dengan mengadopsi teknologi modern, proses produksi menjadi lebih efisien dan menghasilkan produk dengan standar internasional. Pemerintah daerah terus memantau kualitas dan memberikan sertifikasi untuk memastikan kepatuhan pada regulasi ekspor.
Keberhasilan ini diharapkan menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia yang ingin mengoptimalkan potensi produk lokal untuk pasar global. Wabup Ipat menutup pernyataannya dengan harapan agar kerjasama antara pemerintah, pelaku usaha, dan lembaga pendukung dapat terus terjalin kuat, sehingga Jembrana dapat menjadi pintu gerbang ekspor produk pertanian berkualitas tinggi.


Komentar