Sains & Teknologi
Beranda » Berita » Pramono Jelaskan Penyebab Kekacauan Sistem Booking Royaltrans dan Upaya Perbaikan

Pramono Jelaskan Penyebab Kekacauan Sistem Booking Royaltrans dan Upaya Perbaikan

Pramono Jelaskan Penyebab Kekacauan Sistem Booking Royaltrans dan Upaya Perbaikan
Pramono Jelaskan Penyebab Kekacauan Sistem Booking Royaltrans dan Upaya Perbaikan

Media Pendidikan – 15 April 2026 | Royaltrans, perusahaan transportasi bus terkemuka di Indonesia, meluncurkan sistem pemesanan daring baru pada awal pekan ini. Pada hari pertama operasional, ribuan penumpang melaporkan kegagalan akses, keterlambatan konfirmasi, dan kebingungan umum yang memicu kerusuhan di beberapa terminal. Menanggapi situasi tersebut, Pramono, juru bicara resmi Royaltrans, memberikan penjelasan mengenai akar masalah dan langkah-langkah perbaikan yang sedang dijalankan.

Royaltrans mengakui bahwa pada hari pertama penerapan, sebanyak lebih dari 30 persen transaksi pemesanan gagal diproses, mengakibatkan penumpang terpaksa mencari alternatif transportasi atau menunggu konfirmasi manual. Data internal yang dipublikasikan oleh perusahaan menunjukkan bahwa rata‑rata waktu respons sistem meningkat dari tiga detik menjadi lebih dari dua puluh detik pada jam sibuk, menimbulkan frustrasi di antara pengguna.

Baca juga:

Dalam upaya memulihkan kepercayaan publik, perusahaan telah menyiapkan beberapa langkah konkret. Pertama, tim IT memperluas kapasitas server dengan menambahkan node baru di pusat data regional, sehingga beban trafik dapat terdistribusi lebih merata. Kedua, Royaltrans meluncurkan panduan singkat berformat PDF serta video tutorial yang diunggah ke platform media sosial resmi perusahaan, memberikan petunjuk langkah demi langkah cara melakukan pemesanan melalui aplikasi baru. Ketiga, pusat layanan pelanggan diperkuat dengan penambahan 50 agen tambahan yang siap menangani panggilan masuk 24 jam selama tiga hari ke depan.

Pramono menegaskan bahwa proses perbaikan tidak hanya bersifat teknis, melainkan juga melibatkan peningkatan komunikasi dengan pengguna. “Kami akan mengadakan sesi tanya‑jawab daring setiap hari Selasa dan Kamis selama dua minggu ke depan, agar penumpang dapat langsung menyampaikan kendala dan mendapatkan solusi cepat,” katanya. Ia menambahkan bahwa evaluasi menyeluruh akan dilakukan setelah fase perbaikan awal selesai, dengan target sistem kembali stabil dalam waktu satu minggu.

Baca juga:

Pengamat industri transportasi menilai bahwa kegagalan sosialisasi memang menjadi faktor kritis dalam peluncuran teknologi baru. Namun, mereka juga mengapresiasi respons cepat Royaltrans dalam mengidentifikasi dan menanggapi permasalahan. Salah satu analis, Budi Santoso, mencatat bahwa “kegagalan awal tidak selalu berarti kegagalan total, asalkan perusahaan menunjukkan komitmen transparan dan tindakan perbaikan yang terukur,”.

Sejauh ini, laporan awal menunjukkan penurunan signifikan pada tingkat kegagalan transaksi, yang kini berada di bawah 5 persen setelah langkah-langkah perbaikan diterapkan. Royaltrans berencana untuk mengumumkan hasil evaluasi lengkap pada akhir minggu ini, sekaligus menyiapkan program loyalitas bagi pelanggan yang terdampak selama periode gangguan.

Baca juga:

Dengan upaya perbaikan yang terkoordinasi, diharapkan sistem booking baru Royaltrans dapat berfungsi secara optimal, memberikan kemudahan bagi penumpang, dan mengembalikan citra perusahaan sebagai penyedia layanan transportasi yang handal.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *