Media Pendidikan – 04 Juli 2026 | Pengembangan energi panas bumi di Indonesia perlu dipercepat untuk mengurangi risiko pemadaman listrik berskala besar atau blackout. Menurut pengamat energi Feiral Rizky Batubara, hal ini penting untuk memperkuat ketahanan sistem kelistrikan nasional.
“Pengembangan energi panas bumi perlu dipercepat untuk memperkuat ketahanan sistem kelistrikan nasional sekaligus mengurangi risiko pemadaman listrik berskala besar atau blackout,” kata Feiral.
Indonesia memiliki potensi energi panas bumi yang besar, dengan sekitar 130 gunung berapi aktif yang dapat dimanfaatkan untuk pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP). Namun, pengembangan energi panas bumi di Indonesia masih menghadapi beberapa tantangan, seperti biaya investasi yang tinggi dan regulasi yang belum mendukung.
Feiral menekankan bahwa pengembangan energi panas bumi perlu didukung oleh kebijakan yang tepat dan investasi yang memadai. “Pemerintah perlu membuat kebijakan yang mendukung pengembangan energi panas bumi, seperti menetapkan target pengembangan PLTP dan memberikan insentif bagi investor,” katanya.
Dengan demikian, pengembangan energi panas bumi di Indonesia dapat dipercepat dan berkontribusi pada ketahanan sistem kelistrikan nasional, serta mengurangi risiko pemadaman listrik berskala besar atau blackout.


Komentar