Media Pendidikan – 07 April 2026 | Stasiun Jurangmangu, Tangerang Selatan, menjadi sorotan publik setelah sejumlah penumpang KRL mengeluhkan kondisi kebersihan di area peron. Sampah plastik, kertas, dan limbah lain menumpuk secara signifikan, menciptakan bau tak sedap yang semakin terasa ketika hujan turun. Keluhan tersebut tidak hanya mengganggu kenyamanan, namun juga menimbulkan kekhawatiran akan potensi bahaya kesehatan dan keamanan bagi pengguna transportasi massal.
Hujan yang turun pada sore harinya memperparah situasi. Air mengalir meneteskan bau busuk dari tumpukan sampah, sekaligus membuat limbah cair menetes ke lantai peron. Penumpang lain melaporkan bahwa bau tersebut mengganggu pernapasan, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat asma atau alergi. Beberapa penumpang bahkan memutuskan untuk menunggu kereta di area luar stasiun, jauh dari sumber bau.
Pihak pengelola Kereta Rel Listrik (KRL) melalui jajaran Manajemen Operasional Stasiun (MOS) menanggapi keluhan ini dengan pernyataan bahwa tim kebersihan rutin melakukan penyemprotan dan pengangkutan sampah setiap hari. Namun, mereka mengakui adanya kendala dalam penanganan limbah di area Jurangmangu karena volume sampah yang meningkat sejak akhir tahun lalu. “Kami telah menambah frekuensi pembersihan, namun faktor cuaca dan tingginya volume sampah membuat proses pengelolaan menjadi lebih menantang,” kata seorang juru bicara KRL yang tidak disebutkan namanya.
Selain penumpang, warga sekitar juga menyampaikan keprihatinannya. Seorang pedagang kaki lima yang berjualan di depan stasiun, Budi (45), mengatakan bahwa tumpukan sampah tidak hanya mengganggu penumpang, tetapi juga berdampak pada usahanya. “Kalau jalan masuk kotor, pelanggan enggan lewat. Kami kehilangan pendapatan karena orang-orang memilih pergi ke stasiun lain yang lebih bersih,” ungkapnya.
Masalah kebersihan di Stasiun Jurangmangu bukan hal baru. Sejak awal tahun 2026, laporan serupa terus muncul di media sosial, menandakan bahwa upaya perbaikan belum optimal. Analisis internal KRL menunjukkan bahwa satu faktor penyebab utama adalah kurangnya partisipasi masyarakat dalam membuang sampah pada tempatnya serta minimnya fasilitas tempat sampah yang memadai di area peron.
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, otoritas transportasi dan pemerintah daerah Tangerang Selatan berencana melakukan beberapa langkah konkret. Di antaranya adalah penambahan tong sampah berkapasitas besar, penempatan petugas kebersihan khusus pada jam sibuk, serta pelaksanaan kampanye edukasi lingkungan bagi penumpang dan warga sekitar. “Kami akan mengadakan sosialisasi tentang pentingnya tidak membuang sampah sembarangan, serta menyiapkan jadwal pembersihan ekstra pada musim hujan,” ujar Kepala Dinas Perhubungan Tangerang Selatan, Hendra Saputra.
Beberapa rekomendasi yang diajukan oleh organisasi non‑pemerintah (NGO) lingkungan juga dipertimbangkan. Mereka menyarankan penggunaan sistem pengelolaan sampah terintegrasi, termasuk pemisahan organik dan anorganik serta kerja sama dengan perusahaan pengolahan limbah untuk mengurangi beban penumpukan di stasiun. “Jika sampah dapat didaur ulang atau dimanfaatkan kembali, tidak hanya kebersihan meningkat, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi tambahan,” kata perwakilan LSM Lingkungan Hijau, Dian Pratama.
Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi frekuensi terjadinya bau tidak sedap saat hujan, sekaligus meningkatkan citra KRL sebagai moda transportasi yang bersih dan nyaman. Pengguna KRL diharapkan untuk turut berperan aktif dengan tidak membuang sampah sembarangan dan melaporkan kondisi tidak bersih melalui aplikasi resmi KRL atau layanan pengaduan kota.
Secara keseluruhan, permasalahan sampah di Stasiun Jurangmangu menyoroti pentingnya sinergi antara pengelola transportasi, pemerintah daerah, dan masyarakat. Tanpa dukungan semua pihak, upaya perbaikan tidak akan optimal. Dengan implementasi kebijakan yang tepat, peningkatan fasilitas, serta kesadaran publik, diharapkan Stasiun Jurangmangu dapat kembali menjadi titik pemberhentian yang bersih, aman, dan nyaman bagi semua penumpang.


Komentar