Media Pendidikan – 03 Mei 2026 | Ribuan anggota Badan Musyawarah Masyarakat Bima (BMMB) resmi dilantik pada hari Minggu, 3 Mei 2026, di Jakarta. Acara yang dihadiri sekitar lima ribu peserta ini sekaligus menjadi ajang Halal Bihalal bagi komunitas Bima yang tersebar di wilayah Jabodetabek, menandai dimulainya periode kepengurusan 2026‑2030.
Kegiatan dipimpin oleh Kaharuddin Sulaiman selaku ketua panitia. Ia menegaskan bahwa pelantikan Dewan Pengurus Pusat (DPP) BMMB merupakan agenda besar yang mempertemukan seluruh elemen masyarakat Bima, sekaligus mempererat silaturahmi lintas daerah. “Ini adalah agenda besar halal bihalal masyarakat Bima se‑Jabodetabek yang dirangkaikan dengan pelantikan DPP BMMB periode 2026‑2030,” ujarnya.
Program prioritas yang telah direncanakan mencakup tiga langkah utama. Pertama, melakukan inventarisasi anggota melalui pembuatan basis data yang akurat. Kedua, menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) sebagai landasan penyusunan agenda kerja tahunan. Ketiga, mendirikan sekretariat pusat yang akan menjadi motor koordinasi kegiatan BMMB di seluruh Indonesia.
Data yang diungkapkan dalam acara menunjukkan bahwa terdapat sekitar lima puluh ribu masyarakat Bima yang tinggal di wilayah Jabodetabek. Angka ini akan divalidasi melalui database baru, sehingga setiap program dapat disesuaikan dengan kebutuhan nyata anggota. “Pengadaan sekretariat menjadi kebutuhan penting karena BMMB adalah motor organisasi masyarakat Bima,” kata Kaharuddin menegaskan pentingnya infrastruktur administratif.
Dengan dukungan sinergi antara warga Bima di Jakarta dan daerah asal mereka, diharapkan kepengurusan baru dapat membawa energi serta semangat baru bagi organisasi. Fokus pada pembaruan data, penguatan struktur internal, dan kolaborasi dengan pemerintah daerah diharapkan mempercepat realisasi program pembangunan yang lebih efektif dan terarah.
Secara keseluruhan, pelantikan ini menandai titik tolak baru bagi BMMB untuk menjadi wadah persatuan yang lebih solid, sekaligus berperan aktif dalam mengoptimalkan potensi pembangunan wilayah Bima melalui kolaborasi lintas sektor.


Komentar