Nasional
Beranda » Berita » Gunung Semeru Erupsi 3 Mei 2026, Kolom Abu Mencapai 900 Meter di Atas Puncak

Gunung Semeru Erupsi 3 Mei 2026, Kolom Abu Mencapai 900 Meter di Atas Puncak

Gunung Semeru Erupsi 3 Mei 2026, Kolom Abu Mencapai 900 Meter di Atas Puncak
Gunung Semeru Erupsi 3 Mei 2026, Kolom Abu Mencapai 900 Meter di Atas Puncak

Media Pendidikan – 03 Mei 2026 | Gunung Semeru yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali mengeluarkan letusan pada Minggu, 3 Mei 2026 pukul 08.00 WIB. Letusan tersebut menghasilkan kolom abu setinggi kira-kira 900 meter di atas puncak, menandai peningkatan aktivitas vulkanik yang mengakibatkan status siaga Level III.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, melaporkan bahwa kolom abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal, mengarah ke arah barat daya. Ia menambahkan, “Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal mengarah ke barat daya.”

Baca juga:

Data seismograf mencatat amplitudo maksimum 22 milimeter dan durasi letusan selama 111 detik. Dalam rentang enam jam pertama (00.00–06.00 WIB), terdeteksi 18 kali gempa letusan dengan amplitudo antara 10 hingga 22 milimeter serta durasi 89–201 detik. Selain gempa letusan, tercatat pula satu kali gempa embusan, satu kali gempa harmonik, dan satu kali gempa tektonik jauh.

Dengan status Level III, pihak berwenang mengeluarkan larangan aktivitas di beberapa zona kritis. Masyarakat diimbau untuk tidak memasuki wilayah seluas 5 kilometer di sekitar kawah atau puncak karena rawan lontaran material pijar. Di sepanjang aliran Besuk Kobokan, larangan berlaku hingga 13 kilometer dari puncak, sementara zona 500 meter di sepanjang sungai yang berhulu di Semeru juga dilarang karena potensi awan panas dan aliran lahar.

Baca juga:

Wilayah yang perlu mendapat perhatian khusus meliputi:

  • Besuk Kobokan
  • Besuk Bang
  • Besuk Kembar
  • Besuk Sat
  • Semua anak sungai yang mengalir dari kawasan tersebut

Petugas menekankan risiko tambahan berupa awan panas, guguran lava, serta aliran lahar yang dapat menjangkau hingga 17 kilometer dari puncak. Penduduk dan pengunjung diminta untuk mematuhi rekomendasi otoritas, mengikuti evakuasi bila diperlukan, serta selalu memantau informasi resmi melalui kanal BPPTKG dan LPP RRI.

Baca juga:

Pengamat gunung berpendapat bahwa pola erupsi dengan kolom abu tinggi dan intensitas seismik kuat menunjukkan tekanan magma yang meningkat. Oleh karena itu, pemantauan terus-menerus akan dilakukan selama 24 jam ke depan, dengan kesiapan tim SAR dan pemadam kebakaran untuk menanggapi potensi bencana sekunder.

Hingga saat penulisan, belum ada laporan korban jiwa atau kerusakan signifikan pada infrastruktur. Namun, pihak berwenang tetap waspada dan menegaskan pentingnya koordinasi antar‑instansi serta kesiapsiagaan masyarakat di sekitar gunung.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *