Nasional
Beranda » Berita » Kemenhaj Siapkan Bumbu Siap Pakai untuk Jemaah Haji: Menjaga Rasa Nusantara di Mekkah dan Madinah

Kemenhaj Siapkan Bumbu Siap Pakai untuk Jemaah Haji: Menjaga Rasa Nusantara di Mekkah dan Madinah

Kemenhaj Siapkan Bumbu Siap Pakai untuk Jemaah Haji: Menjaga Rasa Nusantara di Mekkah dan Madinah
Kemenhaj Siapkan Bumbu Siap Pakai untuk Jemaah Haji: Menjaga Rasa Nusantara di Mekkah dan Madinah

Media Pendidikan – 22 April 2026 | Jakarta, 21 April 2026 – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengumumkan penyediaan bumbu siap pakai khusus bagi jemaah haji Indonesia yang berada di Arab Saudi. Inisiatif ini bertujuan menjaga cita rasa masakan Indonesia di dapur-dapur yang tersebar di Mekkah dan Madinah.

Rangkaian Menu dan Siklus Penyajian

Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri sekaligus Wakil Ketua II PPIH Arab Saudi, Budi Agung Nugroho, menjelaskan bahwa menu telah disusun dalam pola siklus tujuh hari dengan variasi berbeda tiap harinya. “Pada hari ke delapan menunya kembali seperti hari pertama,” ujarnya.

Baca juga:

Hari pertama jemaah akan menerima sarapan nasi uduk dengan ayam goreng bumbu rajang serta kacang teri balado. Seluruh menu diracik menggunakan bumbu siap pakai yang diproduksi di Indonesia, memastikan rasa otentik tetap terjaga meski berada di luar negeri.

Tim Koki Indonesia di Setiap Dapur

Setiap dapur di Mekkah dan Madinah akan diisi oleh dua chef Indonesia yang dibantu oleh empat asisten lokal. “Setiap dapur akan diisi dua chef Indonesia yang didampingi empat asisten lokal,” kata Budi. Koki-koki tersebut telah menerima pembekalan khusus terkait penggunaan bumbu paste dan teknik pengolahan menu yang sesuai dengan standar gizi dan kebersihan.

Baca juga:

Selain menjaga rasa, Kemenhaj menekankan pentingnya gizi seimbang. Menu yang disajikan mengandung protein, karbohidrat, serta sayuran yang cukup, sesuai dengan pedoman gizi yang ditetapkan untuk jemaah haji.

Stabilitas Harga di Tengah Fluktuasi Global

Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, menegaskan bahwa layanan konsumsi jemaah tidak akan terpengaruh oleh gejolak harga global. “Tidak ada, pihak katering juga tidak meminta perubahan harga,” ujar Menhaj, menambahkan bahwa meski pasar lokal Arab Saudi mengalami fluktuasi, tidak ada penyesuaian tarif yang diberlakukan.

Baca juga:

Langkah ini diharapkan meringankan beban finansial jemaah dan memastikan kepuasan mereka selama melaksanakan ibadah haji.

Data Pendukung

  • Siklus menu: 7 hari, kemudian ulangi.
  • Tim dapur: 2 chef Indonesia + 4 asisten lokal per lokasi.
  • Bumbu siap pakai diproduksi di Indonesia khusus untuk konsumsi di Arab Saudi.

Dengan kebijakan ini, Kemenhaj berupaya memberikan pengalaman kuliner yang familiar bagi jemaah, sekaligus menjamin kualitas dan kestabilan biaya. Inisiatif tersebut menjadi contoh konkret upaya pemerintah dalam mendukung kesejahteraan jemaah haji di luar negeri.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *