Media Pendidikan – 03 Mei 2026 | Makassar – Pada April 2026, komplotan geng motor melancarkan serangkaian aksi kekerasan yang menimpa warga sipil dan menantang aparat kepolisian. Insiden‑insiden tersebut terjadi di beberapa wilayah kota, mengakibatkan luka pada korban serta menimbulkan ketegangan antara geng dan pihak keamanan.
“Kami tidak akan mundur dalam menegakkan hukum,” ujar Komandan Resor Makassar, Kombes Pol. Ahmad Zulkifli, dalam konferensi pers yang digelar beberapa hari setelah serangan. Ia menegaskan bahwa unit khusus telah dikerahkan untuk memburu anggota geng dan memastikan keamanan publik.
Polisi melaporkan bahwa sejumlah korban mengalami luka ringan hingga sedang, dan beberapa di antaranya harus dilarikan ke rumah sakit terdekat. Identitas korban masih dirahasiakan demi melindungi privasi keluarga. Sementara itu, aparat menambahkan bahwa tidak ada korban jiwa yang dilaporkan hingga akhir bulan.
Upaya penertiban melibatkan koordinasi antara Polres Makassar, SatReskrim, dan Satpol PP. Pemerintah kota juga mengimbau warga untuk melaporkan aktivitas mencurigakan dan menghindari konfrontasi langsung dengan pelaku. Penegakan hukum dipercepat dengan operasi malam hari di beberapa titik rawan, serta pemasangan pos keamanan tambahan di jalur utama.
Sejauh ini, pihak berwenang belum mengungkap identitas lengkap para pelaku, namun beberapa anggota geng telah berhasil ditangkap dalam operasi gabungan. Polisi menyatakan bahwa penyidikan masih berlanjut dan menargetkan jaringan kriminal yang lebih luas di luar kota.


Komentar