Media Pendidikan – 27 April 2026 | Ribuan peserta Car Free Night (CFN) Atmo di Palembang menyuarakan kekecewaan terkait kenaikan tarif parkir motor yang kini berkisar antara Rp 3.000 hingga Rp 5.000. Kenaikan ini diumumkan oleh pihak pengelola area acara menjelang pelaksanaan event pada akhir pekan lalu, dan langsung menuai protes dari pengunjung yang menilai biaya tersebut memberatkan.
Latar Belakang Kenaikan Tarif
CFN Atmo merupakan program rutin yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Palembang untuk mengurangi kemacetan serta mempromosikan gaya hidup sehat. Pada edisi terbaru, penyelenggara menetapkan tarif parkir motor sebesar Rp 5.000 sebagai upaya menutupi biaya operasional area, termasuk keamanan, pembersihan, dan penyediaan fasilitas tambahan. Sebelumnya, tarif parkir motor berada pada kisaran Rp 2.000–Rp 3.000.
Pengunjung yang datang dengan kendaraan roda dua melaporkan bahwa perubahan tarif tersebut tidak diinformasikan secara memadai sebelum acara dimulai. “Tarif parkir yang naik sampai Rp 5.000 terasa memberatkan bagi kami, terutama karena kami sudah mengeluarkan biaya transportasi untuk datang ke CFN,” ujar seorang peserta bernama Rina, 28 tahun, yang tinggal di wilayah Kecamatan Kertapati.
Beberapa pengunjung lain menambahkan bahwa kenaikan tarif memaksa mereka untuk mencari alternatif parkir di luar area resmi, yang sering kali tidak aman atau menambah jarak tempuh. Hal ini berpotensi menurunkan jumlah peserta CFN di masa depan, mengingat salah satu daya tarik utama acara adalah kemudahan akses bagi warga.
Reaksi Pengelola dan Tindakan Selanjutnya
Pihak penyelenggara menjelaskan bahwa penyesuaian tarif merupakan keputusan yang diambil setelah melakukan survei biaya operasional selama tiga bulan terakhir. “Kami memahami kekhawatiran peserta, namun peningkatan tarif diperlukan untuk memastikan kebersihan, keamanan, dan kenyamanan area selama acara berlangsung,” kata Andi Prasetyo, koordinator logistik CFN Atmo.
Untuk meredam ketegangan, pihak penyelenggara menawarkan potongan tarif sebesar 10% bagi peserta yang membawa kendaraan listrik atau menggunakan transportasi umum hingga titik parkir utama. Selain itu, mereka berjanji akan meningkatkan sosialisasi tarif melalui media sosial dan papan informasi di titik masuk area acara.
Data Pendukung dan Dampak Ekonomi Lokal
Namun, analisis ekonomi sederhana menunjukkan bahwa kenaikan tarif dapat menurunkan partisipasi hingga 15% bila tidak ada penyesuaian kebijakan lain. Penurunan jumlah peserta dapat berdampak pada penurunan penjualan makanan dan minuman di area, yang biasanya menyumbang pendapatan tambahan bagi pedagang lokal.
Pengunjung yang menolak tarif baru berencana mengajukan petisi daring dan mengumpulkan tanda tangan untuk menuntut peninjauan kembali kebijakan tersebut. Sementara itu, pihak kepolisian setempat memastikan bahwa tidak ada gangguan keamanan selama acara, meski ada peningkatan arus kendaraan menuju area parkir alternatif.
Dengan situasi yang masih berkembang, pengelola CFN Atmo diharapkan dapat menemukan solusi yang seimbang antara kebutuhan operasional dan kepuasan peserta. Upaya dialog terbuka antara penyelenggara, pemerintah kota, dan masyarakat menjadi kunci untuk menjaga kelangsungan acara yang telah menjadi bagian penting dari budaya sehat Palembang.


Komentar