Media Pendidikan – 23 April 2026 | Jakarta Pusat – Pada malam Minggu (22/04/2026), sebuah rumah kos berlantai empat di kawasan Bendungan Hilir, Tanah Abang, menjadi saksi tragedi ketika dua pekerja rumah tangga (ART) tiba‑tiba melompat dari jendela lantai atas. Salah satu pelari tewas seketika, sementara yang lainnya mengalami patah tangan.
Kronologi Kejadian
Saksi mata, seorang penghuni sebelah, mengatakan bahwa ia mendengar teriakan keras sekitar pukul 23.30 WIB. “Saya tidak pernah melihat sesuatu seperti itu sebelumnya,” ujar saksi yang meminta namanya tidak disebutkan. Menurutnya, dua ART yang sedang berada di kamar atas tiba‑tiba berlari ke jendela, membuka kaca, dan melompat ke luar.
Korban yang pertama, seorang perempuan berusia 31 tahun, jatuh ke tanah dan langsung dinyatakan meninggal di lokasi. Korban kedua, wanita berusia 28 tahun, berhasil ditangkap oleh petugas keamanan kos sebelum jatuh, namun mengalami luka patah pada pergelangan tangan kanan.
Polisi yang tiba di tempat kejadian mencatat bahwa tidak ada tanda-tanda kekerasan atau pemaksaan. “Sejauh ini kami belum menemukan motif yang jelas,” ujar Kapolsek Benhil, Kombes Pol. Agung Setiawan, dalam keterangan resmi.
Rumah Kos 4 Lantai Benhil yang menjadi lokasi insiden tersebut memiliki 20 kamar, dan dikelola oleh seorang pemilik perempuan berusia 45 tahun. Pihak pengelola menyatakan bahwa kedua ART tersebut adalah penyewa resmi dan tidak ada keluhan sebelumnya terkait keamanan atau perselisihan.
Kelompok advokasi hak pekerja migran, Lembaga Migran Indonesia (LMI), menyerukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi bangunan kos di wilayah tersebut. “Kita harus memastikan bahwa bangunan berstandar, terutama yang menampung pekerja migran, agar kejadian serupa tidak terulang,” kata Ketua LMI, Rina Susanto.
Pihak kepolisian telah membuka penyelidikan lanjutan dan meminta siapa saja yang memiliki informasi tambahan untuk melapor. Sementara itu, keluarga korban pertama masih dalam proses pemakaman dan belum memberikan pernyataan resmi.


Komentar