Daerah
Beranda » Berita » Pemotor Karawang Tewas Karena Leher Terjerat Benang Layangan, Warga Dihimbau Waspada

Pemotor Karawang Tewas Karena Leher Terjerat Benang Layangan, Warga Dihimbau Waspada

Pemotor Karawang Tewas Karena Leher Terjerat Benang Layangan, Warga Dihimbau Waspada
Pemotor Karawang Tewas Karena Leher Terjerat Benang Layangan, Warga Dihimbau Waspada

Media Pendidikan – 01 Mei 2026 | Seorang pengendara sepeda motor berusia 32 tahun di Karawang, Jawa Barat, meninggal dunia pada sore hari Kamis 30 April 2024 setelah lehernya terjerat benang layangan. Insiden terjadi di Jalan Dusun Kedung Waringin, Desa Kutapohaci, Kecamatan Ciampel.

Korban, yang dikenal sebagai C, bekerja sebagai buruh harian lepas dan berdomisili di Desa Mulyasejati, Kecamatan Ciampel. Menurut Kasi Humas Polres Karawang, Ipda Cep Wildan, C sempat berteriak meminta bantuan kepada warga sekitar ketika benang layangan melilit lehernya. “Tolong, leher saya terjerat benang layangan!” ujarnya dalam kepanikan.

Baca juga:

Saksi mata melaporkan bahwa darah mengalir deras dari leher korban, membasahi pakaian dan segera membuatnya terjatuh dari kendaraan yang ditumpanginya. Petugas Polsek Ciampel bersama warga setempat langsung mengevakuasi korban ke RSUD Karawang. Namun, setibanya di rumah sakit, tim medis menyatakan C sudah tidak bernyawa.

Pihak kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta memeriksa sejumlah saksi untuk memastikan penyebab pasti kematian. Sementara dugaan sementara menyebut benang layangan sebagai penyebab utama, penyelidikan masih terbuka untuk kemungkinan lain.

Baca juga:

Keluarga korban menolak dilakukan autopsi dan menganggap kejadian tersebut sebagai musibah tak terduga. “Kami menghormati keputusan keluarga dan tetap mengumpulkan bukti untuk memastikan tidak ada unsur lain,” kata Wildan.

Polisi Karawang menegaskan pentingnya kewaspadaan bagi pengendara, terutama di area terbuka yang sering menjadi tempat bermain layangan. Benang layangan yang terbuat dari bahan kuat dapat menimbulkan risiko fatal jika tidak ditangani dengan hati-hati.

Baca juga:

Kasus ini menjadi peringatan keras bagi semua pengguna jalan di Karawang dan sekitarnya. Warga diharapkan meningkatkan kewaspadaan, khususnya pada sore hingga malam hari ketika aktivitas layangan biasanya meningkat. Pemerintah daerah juga berjanji akan meninjau regulasi penggunaan layangan di kawasan publik untuk mencegah tragedi serupa di masa depan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *