Media Pendidikan – 20 April 2026 | Pada 20 April 2026, Klenteng Hoo Tong Bio yang terletak di pusat kota Banyuwangi memperingati ulang tahun ke-242 dengan rangkaian acara yang menonjolkan keindahan arsitektur tradisional, tradisi unik “Euni Kimsin“, pertunjukan barongsai, serta aneka kuliner lokal. Perayaan ini menarik perhatian warga setempat dan wisatawan yang ingin menyaksikan perpaduan budaya Tionghoa‑Indonesia dalam satu festival.
Bangunan utama klenteng menampilkan gaya arsitektur Tionghoa klasik dengan atap melengkung, ukiran naga yang menghiasi tiang penyangga, serta warna merah yang melambangkan keberuntungan. Seluruh kompleks dipenuhi lampu lentera yang berkelap‑kelip, menciptakan atmosfer magis saat matahari mulai terbenam. Pengunjung dapat menikmati panorama interior yang dipenuhi altar berlapis emas serta patung dewa‑dewi pelindung, menegaskan nilai historis yang terjaga selama lebih dari dua abad.
Tradisi “Euni Kimsin” menjadi sorotan utama dalam perayaan tahun ini. Sebagai ritual pembersihan spiritual, para peserta mengelilingi altar sambil mengucapkan doa untuk mengusir energi negatif dan memohon keselamatan bagi keluarga. Seorang pengurus klenteng menekankan, “Euni Kimsin” merupakan inti spiritual perayaan yang menghubungkan generasi muda dengan warisan leluhur. Upacara tersebut dilaksanakan secara berurutan, dimulai dari penyalaan dupa hingga pembacaan sutra, menambah kedalaman makna di balik perayaan.
Tak lengkap rasanya tanpa kehadiran barongsai. Tim barongsai yang terdiri atas dua ekor naga panjang berwarna emas‑merah mengiringi prosesi, menambah semarak suasana. Gerakan dinamis para penari, disertai dentuman drum dan gong, menggugah rasa antusias para penonton. Penampilan tersebut tidak hanya menjadi hiburan, melainkan juga simbol keberuntungan yang diyakini membawa kebahagiaan bagi seluruh komunitas.
Di samping kegiatan keagamaan, area kuliner klenteng dipenuhi gerai yang menyajikan makanan khas Tionghoa‑Indonesia. Pengunjung dapat mencicipi bakpao isi daging, kue keranjang, serta jajanan tradisional seperti onde‑onde kacang hijau. Aroma harum rempah dan bumbu menguar di udara, menjadikan pengalaman budaya semakin lengkap. Keberagaman rasa ini mencerminkan harmoni antara tradisi kuliner Tionghoa dengan selera lokal Banyuwangi.
Dengan lebih dari 242 tahun keberadaan, Hoo Tong Bio terus menjadi pusat kebudayaan yang memelihara nilai-nilai spiritual sekaligus menjadi magnet wisata budaya. Perayaan HUT kali ini berhasil menyatukan elemen arsitektur, ritual, seni pertunjukan, dan kuliner dalam satu rangkaian yang memukau, memperkuat posisi klenteng sebagai ikon budaya di Jawa Timur.


Komentar