Media Pendidikan – 23 April 2026 | Seorang anak laki-laki berusia 11 tahun bernama Alghozali dilaporkan hanyut terbawa arus Sungai Ciliwung pada Rabu, 22 April 2026, di kawasan Jalan Tanah Rendah RT 10 RW 08, Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur. Tim SAR gabungan segera dikerahkan sejak pagi hari untuk melakukan pencarian intensif.
Kronologi Kejadian
Pagi itu, saksi mata melihat Alghozali sedang bermain di tepi sungai ketika tiba-tiba arus deras mengangkatnya. Ia kemudian terbawa ke tengah aliran Ciliwung yang dikenal memiliki kedalaman dan kecepatan yang bervariasi, terutama pada musim hujan. Setelah laporan diterima, aparat kepolisian setempat menghubungi unit SAR (Search and Rescue) gabungan yang meliputi Tim SAR DKI Jakarta, TNI, dan relawan lokal.
Tim SAR tiba di lokasi sekitar pukul 08.30 WIB dan langsung melakukan survei medan. Karena kondisi aliran yang kuat, mereka menggunakan perahu motor serta alat penyelamatan khusus untuk menelusuri area yang paling berpotensi menampung korban. Upaya pencarian dilanjutkan secara bergantian sepanjang hari, dengan pemantauan visual dan penggunaan sonar portable untuk mendeteksi keberadaan tubuh di dasar sungai.
“Tim SAR gabungan terus melakukan upaya pencarian terhadap Alghozali, anak berusia 11 tahun,” kata juru bicara tim SAR dalam konferensi pers singkat. Pernyataan tersebut menegaskan komitmen seluruh elemen terkait untuk menemukan anak tersebut secepat mungkin.
Lokasi pencarian berada di Jalan Tanah Rendah, area yang dikelilingi perumahan padat dan jaringan jalan yang sempit. Data kependudukan menunjukkan bahwa kawasan Kampung Melayu memiliki populasi sekitar 12.000 jiwa, dengan banyak warga yang mengandalkan sungai sebagai sumber air dan tempat rekreasi. Pada hari kejadian, curah hujan daerah tersebut tercatat mencapai 45 mm, meningkatkan volume aliran Ciliwung secara signifikan.
Tim SAR juga berkoordinasi dengan pihak kebersihan lingkungan untuk membersihkan sampah yang dapat menghambat pergerakan perahu. Selama operasi, beberapa relawan lokal membantu menyediakan perbekalan, penerangan, dan informasi mengenai titik-titik berbahaya di sepanjang sungai.
Hingga saat ini, pencarian masih berlangsung tanpa menemukan jejak pasti Alghozali. Tim SAR melaporkan bahwa mereka telah menurunkan lebih dari 30 meter jaringan penyelamatan di beberapa titik, serta melakukan penyelaman singkat pada kedalaman 4 hingga 6 meter. Semua upaya ini dilakukan dengan mengutamakan keselamatan petugas.
Warga sekitar diimbau untuk tidak mendekati sungai hingga operasi selesai, mengingat potensi bahaya yang masih tinggi. Pihak berwenang juga menyiapkan posko darurat di dekat lokasi untuk membantu keluarga korban dan mengkoordinasikan bantuan medis bila diperlukan.
Dengan intensitas pencarian yang terus meningkat, diharapkan keberadaan Alghozali dapat terdeteksi dalam waktu dekat. Pemerintah DKI Jakarta berjanji akan meningkatkan pengawasan dan melakukan edukasi kepada masyarakat tentang bahaya bermain di tepi sungai, terutama pada musim hujan.


Komentar