Nasional
Beranda » Berita » Operasional SPPG Rembang Tertimpa Isu Miring, Apa Penyebabnya?

Operasional SPPG Rembang Tertimpa Isu Miring, Apa Penyebabnya?

Operasional SPPG Rembang Tertimpa Isu Miring, Apa Penyebabnya?
Operasional SPPG Rembang Tertimpa Isu Miring, Apa Penyebabnya?

Media Pendidikan – 31 Mei 2026 | Operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, diterpa isu miring dan menjadi polemik di masyarakat. Isu ini muncul karena beberapa aspek yang tidak sesuai dengan aturan yang berlaku. Salah satunya adalah adanya beberapa pengelola SPPG yang belum memenuhi persyaratan IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) yang berlaku. Meskipun demikian, mereka tidak mendapatkan sanksi.

Mengutip beberapa sumber, salah seorang pengelola SPPG mengatakan bahwa mereka telah memenuhi semua persyaratan yang dibutuhkan, termasuk IPAL. Namun, saat diwawancarai, mereka tidak menjelaskan secara jelas tentang implementasi IPAL yang mereka lakukan.

Baca juga:

Berdasarkan data yang diperoleh, terdapat 5 SPPG yang belum memenuhi persyaratan IPAL di Rembang. Namun, tidak ada satupun di antara mereka yang menerima sanksi. Hal ini menimbulkan kekhawatiran bahwa pengelola SPPG tidak dapat dipercaya.

Baca juga:

Berikut adalah daftar SPPG yang belum memenuhi persyaratan IPAL di Rembang:

Baca juga:
  • SPPG 1: Belum memenuhi persyaratan IPAL karena alat pengolahan air limbah yang digunakan belum memenuhi standar yang berlaku.
  • SPPG 2: Belum memenuhi persyaratan IPAL karena tidak memiliki izin pengelolaan limbah yang sah.
  • SPPG 3: Belum memenuhi persyaratan IPAL karena tidak memiliki alat pengolahan air limbah yang memadai.
  • SPPG 4: Belum memenuhi persyaratan IPAL karena tidak memenuhi standar kualitas air yang berlaku.
  • SPPG 5: Belum memenuhi persyaratan IPAL karena tidak memiliki sistem pengelolaan limbah yang efektif.

Isu ini menimbulkan kekhawatiran bahwa pengelola SPPG tidak dapat dipercaya. Oleh karena itu, pihak berwenang harus segera mengambil tindakan untuk mengatasi masalah ini.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *