Media Pendidikan – 20 April 2026 | Jakarta, 18 April 2026 – Ketua DPD Partai Golkar Maluku Tenggara, Nus Kei, dilaporkan tewas setelah menjadi korban penusukan pada hari sebelumnya. Insiden tersebut menimbulkan keprihatinan di kalangan partai dan menambah ketegangan politik di wilayah Maluku Tenggara.
Menanggapi peristiwa tragis tersebut, Sekjen Partai Golkar, M. Sarmuji, mengeluarkan pernyataan tegas kepada seluruh kader partai. Ia menekankan pentingnya menjaga ketenangan, menghindari provokasi, serta meningkatkan kewaspadaan di tengah situasi yang rawan.
“Saya mengimbau seluruh kader untuk tetap tenang dan tidak terpancing situasi. Mari kita jaga persatuan dan hindari aksi-aksi yang dapat memperkeruh suasana,” ujar Sarmuji dalam konferensi pers yang disiarkan secara langsung pada Senin, 19 April 2026.
Selain pernyataan verbal, Sekjen Golkar menekankan langkah-langkah konkret. Ia meminta setiap kantor cabang di provinsi tersebut meningkatkan patroli keamanan, serta memperketat koordinasi dengan aparat kepolisian setempat. Seluruh struktur partai di Maluku Tenggara diinstruksikan untuk mengirimkan laporan harian mengenai potensi ancaman dan dinamika politik di daerah masing‑masing.
Data kepolisian menunjukkan bahwa dalam tiga bulan terakhir, terjadi peningkatan 27 persen kasus kekerasan politik di wilayah Indonesia bagian timur, khususnya di provinsi-provinsi yang memiliki dinamika pemilihan daerah yang ketat. Maluku Tenggara mencatat dua insiden serupa selain kasus Nus Kei, menandakan pola yang perlu diwaspadai.
Pengamat politik dari Universitas Hasanuddin, Dr. Ahmad Rizal, menilai bahwa kematian Nus Kei dapat memicu dinamika internal partai serta menambah ketegangan antar faksi. Ia menambahkan, “Kejadian ini seharusnya menjadi momentum bagi semua pihak untuk menegaskan kembali komitmen pada proses demokrasi yang damai, bukan menambah konflik yang tidak produktif.”
Pihak kepolisian menegaskan bahwa penyelidikan masih berlangsung dan mereka berjanji akan mengungkap motif di balik penusukan tersebut. Sementara itu, keluarga Nus Kei telah menerima dukungan moral dan materi dari partai serta organisasi kemanusiaan setempat.
Ke depannya, Partai Golkar berjanji akan terus memantau situasi dan memastikan bahwa kader tidak menjadi sasaran kekerasan politik. Upaya ini diharapkan dapat menstabilkan iklim politik di Maluku Tenggara menjelang pemilihan daerah yang dijadwalkan pada akhir tahun 2026.


Komentar