Nasional
Beranda » Berita » Operasional KRL Hanya Sampai Stasiun Bekasi Usai Tabrakan Kereta, Penumpang Dihimbau Cari Alternatif

Operasional KRL Hanya Sampai Stasiun Bekasi Usai Tabrakan Kereta, Penumpang Dihimbau Cari Alternatif

Operasional KRL Hanya Sampai Stasiun Bekasi Usai Tabrakan Kereta, Penumpang Dihimbau Cari Alternatif
Operasional KRL Hanya Sampai Stasiun Bekasi Usai Tabrakan Kereta, Penumpang Dihimbau Cari Alternatif

Media Pendidikan – 28 April 2026 | Jumat, 28 April 2026 – PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengumumkan bahwa layanan KRL Commuter jalur Cikarang‑Manggarai hanya dapat beroperasi hingga Stasiun Bekasi. Keputusan ini diambil setelah terjadi tabrakan kereta di wilayah Bekasi pada sore harinya, yang mengakibatkan gangguan signifikan pada jaringan rel.

Kronologi Insiden

“Operasional KRL hanya dapat berlangsung sampai Stasiun Bekasi untuk sementara,” ujar juru bicara PT KAI dalam konferensi pers singkat. “Kami sedang berkoordinasi dengan tim teknis dan pihak berwenang untuk memperbaiki infrastruktur serta memastikan keamanan sebelum melanjutkan layanan penuh.”

Baca juga:

Dampak pada Penumpang

Penumpang yang biasanya melakukan perjalanan dari Cikarang ke Manggarai kini harus turun di Bekasi dan melanjutkan perjalanan dengan moda transportasi lain, seperti bus atau taksi. KAI menyarankan penggunaan layanan bus TransJakarta yang memiliki rute lintas kota, serta layanan ojek online yang tersedia di wilayah tersebut. Pada saat kejadian, sekitar 12.000 penumpang diperkirakan terdampak, mengingat kepadatan jalur komuter pada jam sibuk sore hari.

Data operasional menunjukkan bahwa jalur Cikarang‑Manggarai melayani rata‑rata 150 kereta per hari, dengan kapasitas penumpang harian mencapai 350.000 orang. Penurunan layanan hingga Stasiun Bekasi diperkirakan menurunkan volume penumpang aktif sekitar 30 persen selama masa perbaikan.

Baca juga:

Langkah Perbaikan

Tim teknis KAI bersama Badan Pengatur Jalan Tol dan Angkutan (BPTJ) telah mengidentifikasi kerusakan pada sistem sinyal dan rel yang memerlukan penggantian suku cadang khusus. Perkiraan waktu perbaikan awal adalah dua hari kerja, namun KAI menegaskan bahwa keselamatan tetap menjadi prioritas utama sehingga estimasi tersebut dapat berubah.

Selain perbaikan fisik, KAI juga melakukan audit prosedur operasional untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang. Penggunaan sistem pemantauan berbasis GPS dan sensor otomatis akan dipertimbangkan untuk meningkatkan deteksi dini potensi tabrakan.

Baca juga:

Penumpang diharapkan memantau informasi terkini melalui aplikasi KAI Access, serta menyesuaikan rencana perjalanan mereka. KAI berjanji akan mengembalikan layanan penuh secepat mungkin setelah semua standar keamanan dipenuhi.

Berita Terkait

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *