Media Pendidikan – 24 Mei 2026 | Pertumbuhan kredit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melambat tajam pada April 2026. Bank Indonesia (BI) menilai kenaikan kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) membuat perbankan semakin berhati-hati menyalurkan pembiayaan ke sektor tersebut.
Data BI menunjukkan kredit UMKM hanya tumbuh 0,16% secara tahunan pada April 2026. Di saat yang sama, rasio NPL UMKM naik menjadi 4,62%.
Direktur Departemen Kebijakan Makroprudensial BI, Dhaha P Kuantan, mengatakan lonjakan risiko kredit mendorong bank menerapkan penyaluran kredit yang lebih ketat, terutama untuk sektor UMKM."Risiko kreditnya meningkat sehingga bank-bank melakukan selective lending. Untuk sektor-sektor UMKM, bank akan pilih-pilih, sehingga pertumbuhan kreditnya relatif tertahan," kata Dhaha.
Kenaikan NPL tersebut membuat bank cenderung lebih berhati-hati menyalurkan pembiayaan ke sektor riil yang dinilai memiliki risiko lebih tinggi. Kondisi daya beli masyarakat menengah bawah yang masih terbatas juga ikut menambah tekanan terhadap pelaku usaha kecil.
Dhaha mengatakan situasi ini menjadi perhatian BI. Bank sentral pun menyiapkan langkah lanjutan agar penyaluran kredit ke sektor UMKM bisa kembali meningkat.


Komentar