Media Pendidikan – 16 Mei 2026 | Nadiem Makarim, mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, baru-baru ini menjalani operasi kelima akibat fistula perianal di tengah proses hukum kasus Chromebook yang sedang dihadapinya. Istri Nadiem, Franka Makarim, mengabarkan hal ini melalui unggahan di Instagram.
Fistula perianal merupakan saluran kecil abnormal yang terbentuk di antara ujung usus besar dan kulit di sekitar anus. Kondisi ini umumnya muncul akibat infeksi di area anus yang menyebabkan terbentuknya abses atau kumpulan nanah di jaringan sekitar.
Gejala fistula perianal biasanya cukup mengganggu aktivitas sehari-hari. Penderitanya dapat mengalami sejumlah gejala, meliputi iritasi kulit di sekitar anus, nyeri berdenyut yang memburuk saat duduk, bergerak, buang air besar, atau batuk, serta terkadang muncul cairan berbau tidak sedap, nanah, hingga perdarahan saat buang air besar.
“Kemarin hari dimulai di pengadilan. Malam tadi, Nadiem masuk ke meja operasi untuk kelima kalinya. Di antara dua momen itu, kami hanya bisa berdoa,” tulis Franka.
Dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan fisik untuk memastikan diagnosis. Pemeriksaan dapat meliputi evaluasi area anus, colok dubur, hingga prosedur lanjutan seperti proktoskopi menggunakan alat berkamera kecil untuk melihat bagian dalam anus.
Sebagian besar fistula perianal disebabkan oleh abses anus yang tidak sembuh sempurna. Namun, ada pula kondisi lain yang dapat memicu fistula, seperti penyakit Crohn, divertikulitis, hidradenitis suppurativa, hingga infeksi tuberkulosis (TB) atau HIV.
Karena jarang sembuh sendiri, fistula perianal umumnya memerlukan operasi. Salah satu prosedur yang paling sering dilakukan adalah fistulotomi, yakni membuka jalur fistula agar dapat sembuh menjadi jaringan parut datar.


Komentar