Media Pendidikan – 09 April 2026 | Jakarta, 9 April 2026 – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menekankan pentingnya keberadaan data center lokal bagi Grab dalam pidatonya pada acara GrabX yang diadakan di ibu kota. Menko menegaskan bahwa Indonesia menjadi pasar terbesar Grab di Asia Tenggara, sehingga kehadiran infrastruktur digital seperti data center di dalam negeri menjadi krusial untuk memperkuat ekosistem layanan superapp serta meningkatkan kedaulatan data.
Alasan Strategis Pembangunan Data Center
Potensi Ekonomi dan Teknologi
Indonesia saat ini mencatat lebih dari 70 juta pengguna aktif Grab, menjadikannya basis pengguna terbesar bagi platform tersebut di kawasan. Dengan jumlah pengguna yang signifikan, kebutuhan akan penyimpanan dan pengolahan data semakin tinggi. Airlangga menambahkan bahwa data center lokal dapat menurunkan biaya operasional Grab serta mendukung program pemerintah dalam memperluas jaringan digital 5G dan inisiatif Smart City.
Selain itu, kehadiran data center akan memicu pertumbuhan ekosistem startup teknologi yang dapat memanfaatkan layanan cloud dan infrastruktur IT yang lebih dekat. Pemerintah berharap hal ini dapat mempercepat inovasi di bidang logistik, fintech, kesehatan digital, serta layanan transportasi on‑demand.
Langkah Konkret dan Dukungan Pemerintah
Menko menyampaikan bahwa Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian siap memfasilitasi proses perizinan, penyediaan lahan, dan insentif fiskal bagi Grab yang ingin mendirikan fasilitas data center. Pemerintah juga membuka kerja sama dengan perusahaan penyedia energi terbarukan untuk memastikan bahwa operasional data center dapat berjalan dengan ramah lingkungan.
Dalam rangka mempercepat realisasi proyek, Airlangga mengusulkan pembentukan forum kerja bersama antara Grab, regulator, dan pemangku kepentingan lainnya. Forum ini akan membahas standar teknis, keamanan siber, serta kebijakan perlindungan data yang harus dipatuhi.
Tanggapan Grab
Juru bicara Grab menanggapi permintaan Menko dengan positif, menyatakan komitmen perusahaan untuk mendukung kebijakan pemerintah dalam memperkuat infrastruktur digital Indonesia. Perusahaan mengungkapkan bahwa sedang melakukan studi kelayakan untuk menentukan lokasi optimal data center yang dapat melayani seluruh wilayah Indonesia dengan efisien.
Grab juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan pemerintah dalam mengoptimalkan regulasi yang mendukung pertumbuhan industri data center, sekaligus menjaga kepatuhan terhadap standar internasional.
Dengan dukungan penuh dari pemerintah, Grab diharapkan dapat mewujudkan data center pertama di Indonesia dalam waktu dua hingga tiga tahun ke depan, yang akan menjadi tonggak penting dalam memperkuat digitalisasi ekonomi nasional.
Secara keseluruhan, permintaan Airlangga Hartarto kepada Grab untuk membangun data center di Indonesia mencerminkan upaya strategis pemerintah dalam mengamankan data warga, meningkatkan kinerja layanan digital, serta mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis teknologi. Jika terwujud, inisiatif ini tidak hanya akan memperkuat posisi Grab di pasar domestik, tetapi juga berkontribusi pada agenda kedaulatan digital Indonesia.


Komentar