Media Pendidikan – 23 Juni 2026 | Banyak anak muda saat ini mengaku takut menikah, meskipun sudah memiliki pekerjaan, penghasilan, dan hubungan yang cukup serius dengan pasangannya. Fenomena ini cukup menarik, karena beberapa generasi lalu menikah di usia awal dua puluhan dianggap sebagai hal yang biasa.
Salah satu alasan utama yang membuat anak muda takut menikah adalah faktor ekonomi. Harga rumah yang semakin tinggi, biaya hidup yang terus meningkat, hingga kebutuhan anak di masa depan membuat pernikahan terasa seperti keputusan yang sangat mahal.
Namun, masalahnya tidak sesederhana persoalan keuangan. Media sosial juga memiliki peran besar dalam membentuk cara pandang generasi muda terhadap pernikahan. Hampir setiap hari kita melihat berita tentang perceraian, perselingkuhan, kekerasan dalam rumah tangga, atau konflik keluarga yang viral di internet.
Banyak anak muda akhirnya berpikir, “Bagaimana jika nanti rumah tangga saya juga berakhir seperti itu?” Mereka ingin memastikan bahwa keputusan tersebut benar-benar diambil dalam kondisi siap, baik secara mental maupun emosional.
“Kalau disuruh nikah sekarang, saya belum berani,” kata seorang pemuda. Kalimat seperti itu semakin sering terdengar dari anak muda saat ini.
Pada akhirnya, menikah memang bukan perlombaan. Tidak ada hadiah bagi mereka yang menikah paling cepat, dan tidak ada hukuman bagi mereka yang memilih menunggu. Yang terpenting adalah kesiapan untuk menjalani kehidupan bersama pasangan dengan penuh tanggung jawab.


Komentar