Media Pendidikan – 24 April 2026 | Kyoto, Jepang – Pada 20 April 2026, Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) menyelenggarakan Peace Dialogue bersama Kuil Mii Dera dan Sakuranesia. Acara ini bertujuan memperkuat Jembatan Persaudaraan Global melalui pendekatan spiritualitas dan gaya hidup alami, sebagai respons terhadap tantangan teknologi, geopolitik, dan konflik yang semakin kompleks.
Dialog perdamaian tersebut dihadiri oleh lebih dari tiga puluh delegasi dari Indonesia dan Jepang, termasuk pimpinan pesantren, tokoh keagamaan, akademisi, serta perwakilan korporasi seperti Tenma Hospital Group. Penandatanganan kerja sama dengan Tenma Hospital Group juga menjadi bagian penting, mencakup pengembangan rumah sakit, riset sel punca, dan layanan kesehatan berbasis spiritual dan natural medicine.
Pernyataan Ketua Umum LPOI
Said Aqil Siroj, Ketua Umum LPOI, menegaskan pentingnya “rekalibrasi spiritual” di era digital. Ia menyatakan, “Kita membutuhkan rekalibrasi spiritual untuk mewujudkan tatanan dunia yang lebih baik. Pendekatan Spiritual and Natural Lifestyle—kembali ke spiritualitas dan kembali ke alam—harus menjadi pilar kemanusiaan dan perdamaian,” menekankan bahwa kemajuan teknologi sekaligus menimbulkan risiko dehumanisasi dan potensi penyalahgunaan sebagai senjata.
Strategi Jembatan Persaudaraan Global
Imam Pituduh, Sekretaris Jenderal LPOI, menjelaskan bahwa pendekatan tersebut diharapkan menjadi jembatan persaudaraan lintas perbedaan. “Pangan dan kesehatan adalah pilar kemanusiaan dan perdamaian dunia. Karena itu, LPOI bersama Yayasan Inti Trust Fund akan terus menggandeng berbagai pihak untuk mewujudkan misi kemanusiaan global,” ujarnya.
Acara ini juga menampilkan partisipasi tokoh penting seperti DR. Sofwan Imam Yahya, Pimpinan Pesantren Al Tsaqofah, KH. Arifin Junaidi, Ketua Umum HISMINU, serta Nyai Hajah Nur Hayati Muslimat NU. Dari sisi Jepang, hadir Sakura Tomomi, Pimpinan Sakuranesia, serta para pimpinan Perhimpunan Pelajar Indonesia-Jepang (PPI Jepang), perwakilan Tenma Hospital Group, profesor universitas, mantan Duta Besar Jepang untuk Indonesia, dan pimpinan korporasi.
Dialog ini menegaskan komitmen Indonesia untuk berkontribusi pada perdamaian dunia melalui nilai-nilai spiritual dan natural. LPOI berharap bahwa model ini dapat direplikasi di negara lain, menciptakan jaringan persaudaraan yang mengatasi perbedaan budaya, agama, dan politik.
Ke depan, LPOI berencana mengadakan serangkaian program lanjutan, termasuk workshop pertanian berkelanjutan, seminar kesehatan holistik, dan pertukaran budaya antara komunitas Indonesia dan Jepang. Semua inisiatif tersebut diarahkan pada tujuan utama: memperkuat Jembatan Persaudaraan Global demi dunia yang lebih harmonis.


Komentar