Media Pendidikan – 08 April 2026 | JAKARTA, 7 April 2026 – Badan Pengurus Pusat Persatuan Olahraga Sambo Indonesia (Persambi) resmi menetapkan Krisna Bayu Oly sebagai calon tunggal Ketua Umum untuk periode 2026-2030. Keputusan ini didukung oleh dua puluh dua Pengurus Provinsi (Pengprov) yang mewakili hampir seluruh wilayah nusantara, menandakan konsensus luas di kalangan praktisi Sambo untuk melanjutkan kepemimpinan yang telah terbukti.
Sebelumnya, Krisna Bayu telah menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Persambi serta aktif sebagai pelatih dan atlet berprestasi dalam kompetisi domestik dan internasional. Pengalamannya mencakup pembinaan generasi muda, penyusunan program kompetisi tahunan, serta kerja sama dengan lembaga pemerintah terkait olahraga tradisional. Dukungan massal dari Pengprov mencerminkan kepercayaan terhadap visi strategisnya yang menitikberatkan pada pengembangan infrastruktur latihan, peningkatan standar kompetisi, dan promosi Sambo sebagai bagian integral dari budaya olahraga Indonesia.
Rapat pleno yang digelar di Ibu Kota pada 5 April 2026 menjadi ajang resmi pengesahan dukungan tersebut. Selama rapat, perwakilan masing‑masing dari dua puluh dua provinsi menyampaikan surat dukungan yang menegaskan komitmen mereka untuk mengawal kebijakan Krisna Bayu. Daftar lengkap provinsi yang memberikan dukungan meliputi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, dan Papua.
- Aceh
- Sumatera Utara
- Sumatera Barat
- Riau
- Jambi
- Sumatera Selatan
- Bangka Belitung
- Bengkulu
- Lampung
- DKI Jakarta
- Jawa Barat
- Jawa Tengah
- DI Yogyakarta
- Jawa Timur
- Bali
- Nusa Tenggara Barat
- Nusa Tenggara Timur
- Kalimantan Barat
- Kalimantan Tengah
- Kalimantan Selatan
- Sulawesi Utara
- Papua
Dalam pidatonya, Krisna Bayu menegaskan empat pilar utama yang akan menjadi landasan program kerja Persambi ke depan. Pertama, penguatan jaringan klub dan akademi Sambo di setiap provinsi, dengan target terbuka setidaknya seratus klub resmi pada akhir 2028. Kedua, peningkatan kualitas pelatih melalui sertifikasi nasional yang terstandarisasi, serta kolaborasi dengan federasi internasional. Ketiga, penyelenggaraan turnamen nasional tahunan yang melibatkan semua tingkatan usia, mulai dari junior hingga senior. Keempat, kampanye publikasi yang menonjolkan nilai budaya dan filosofi Sambo sebagai olahraga bela diri sekaligus seni bela diri tradisional Indonesia.
Strategi tersebut diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat, khususnya generasi muda, dalam kegiatan Sambo. Data internal Persambi menunjukkan pertumbuhan anggota sebesar 15 persen pada tahun 2025, namun masih jauh dari target ambisius 30 persen per tahun. Krisna Bayu menilai bahwa dukungan Pemerintah, khususnya Kementerian Pemuda dan Olahraga, serta sponsor swasta, menjadi kunci utama untuk mewujudkan target tersebut.
Selain fokus pada pengembangan kompetitif, Krisna Bayu juga menekankan pentingnya peran Sambo dalam program pendidikan jasmani di sekolah. Ia mengusulkan integrasi modul Sambo ke dalam kurikulum olahraga nasional, dengan tujuan memperkenalkan nilai disiplin, rasa hormat, dan ketahanan mental kepada pelajar sejak dini. Kolaborasi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta lembaga pendidikan tinggi akan menjadi prioritas dalam tahap implementasinya.
Tak hanya pada ranah domestik, Persambi di bawah kepemimpinan Krisna Bayu berambisi meningkatkan eksistensi Indonesia di panggung internasional. Rencana tersebut mencakup partisipasi aktif dalam Asian Games, SEA Games, serta kompetisi dunia yang diadakan oleh International Sambo Federation (FIAS). Dengan menyiapkan tim nasional yang lebih terlatih dan berpengalaman, Persambi berharap dapat meraih medali emas pertama dalam ajang internasional dalam lima tahun ke depan.
Para Pengprov yang memberikan dukungan secara resmi juga menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana. Mereka menuntut laporan keuangan yang terpublikasi secara berkala, serta evaluasi program yang melibatkan pihak ketiga independen. Langkah ini dimaksudkan untuk menjaga integritas organisasi dan membangun kepercayaan publik yang lebih luas.
Kesimpulannya, terpilihnya Krisna Bayu sebagai calon tunggal Ketua Umum Persambi dengan dukungan dua puluh dua Pengprov menandai titik balik penting bagi olahraga Sambo di Indonesia. Visi yang terstruktur, dukungan lintas provinsi, serta sinergi dengan instansi pemerintah dan dunia usaha menjadi fondasi kuat untuk mengoptimalkan pertumbuhan olahraga ini. Jika rencana‑rencana yang telah dipaparkan dapat dijalankan secara konsisten, maka dalam beberapa tahun ke depan Persambi berpotensi menjadi contoh sukses pengembangan olahraga tradisional yang sekaligus bersaing di kancah internasional.


Komentar