Media Pendidikan – 24 April 2026 | Khalid Zeed Abdullah Basalamah, yang dikenal sebagai pemilik biro perjalanan haji PT Zahra Oto Mandiri atau Uhud Tour, menyatakan dirinya menjadi korban dalam kasus korupsi kuota haji. Pernyataan ini muncul setelah sejumlah dugaan penyalahgunaan kuota haji menimbulkan sorotan publik, dan kini Khalid menegaskan posisi dirinya sebagai pihak yang dirugikan.
PT Zahra Oto Mandiri, yang beroperasi di bidang penyediaan paket perjalanan haji, telah lama menjadi salah satu pemain utama dalam industri ibadah haji di Indonesia. Sebagai pemilik sekaligus pengelola Uhud Tour, Khalid Basalamah mengelola ratusan jamaah setiap tahun, mengatur segala kebutuhan mulai dari visa hingga akomodasi selama di Tanah Suci. Nama perusahaan dan kepemilikan Khalid sudah dikenal luas di kalangan calon jemaah haji.
Dalam wawancara singkat, Khalid Basalamah menegaskan, “Saya adalah korban kasus korupsi kuota haji.” Ia menambahkan bahwa tindakan korupsi tersebut tidak hanya merugikan pemerintah, tetapi juga mengancam kelangsungan operasional biro perjalanan yang mematuhi regulasi. Menurutnya, praktik kecurangan tersebut menciptakan ketidakadilan bagi para jemaah yang telah mempercayakan ibadah mereka kepada biro resmi.
Klaim Khalid menimbulkan pertanyaan mengenai sejauh mana jaringan korupsi tersebut mempengaruhi biro perjalanan haji yang sah. Ia menyoroti bahwa sebagai pelaku usaha yang beroperasi secara transparan, dampak negatif dari kasus ini terasa langsung pada kepercayaan konsumen. “Setiap penurunan kepercayaan dapat mengurangi jumlah pendaftar, yang pada gilirannya menurunkan pendapatan perusahaan kami,” ujarnya.
Kasus korupsi kuota haji sendiri masih berada dalam proses penyelidikan oleh otoritas terkait. Hingga kini, belum ada pernyataan resmi yang mengonfirmasi secara detail modus operandi atau pihak-pihak lain yang terlibat. Namun, pernyataan Khalid Basalamah menambah dimensi baru pada penyelidikan, memperlihatkan bahwa tidak hanya pihak pemerintah yang dirugikan, melainkan juga pelaku usaha yang menjalankan bisnis secara legal.
Menutup pernyataannya, Khalid Basalamah berharap proses hukum dapat berjalan cepat dan transparan, sehingga para korban, termasuk dirinya, dapat memperoleh keadilan. Ia menekankan pentingnya perlindungan bagi biro perjalanan yang mematuhi peraturan, agar industri haji tetap terjaga integritasnya. Perkembangan selanjutnya akan sangat ditunggu, mengingat dampaknya tidak hanya pada satu perusahaan, tetapi juga pada ekosistem haji secara keseluruhan.


Komentar