Daerah
Beranda » Berita » Ketua Umum Bamus Betawi Tekankan Lebaran Betawi sebagai Pilar Identitas Budaya Jakarta

Ketua Umum Bamus Betawi Tekankan Lebaran Betawi sebagai Pilar Identitas Budaya Jakarta

Ketua Umum Bamus Betawi Tekankan Lebaran Betawi sebagai Pilar Identitas Budaya Jakarta
Ketua Umum Bamus Betawi Tekankan Lebaran Betawi sebagai Pilar Identitas Budaya Jakarta

Media Pendidikan – 12 April 2026 | Ketua Umum Bamus Betawi, H. Riano P. Ahmad, menegaskan pentingnya perayaan Lebaran Betawi yang telah menjadi agenda rutin Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama Bamus Betawi. Acara puncak Lebaran Betawi 2026 digelar pada Sabtu, 11 April 2026, di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, menandai tahun ke-18 penyelenggaraan tradisi tersebut.

Riano menjelaskan bahwa Lebaran Betawi bukan sekadar rangkaian seremonial tahunan, melainkan sebuah ruang silaturahmi yang menumbuhkan kearifan lokal setelah sebulan penuh berpuasa. “Tentunya dalam setiap kegiatan Lebaran Betawi yang pertama adalah saling silaturahmi, sebuah kearifan lokal di masyarakat Betawi. Setelah sebulan penuh berpuasa, berlebaran, dan juga melakukan hantaran,” ungkapnya saat berbicara di sela-sela rangkaian acara.

Baca juga:

Tradisi utama yang menonjol dalam perayaan ini adalah hantaran atau nyorog, yaitu pemberian bingkisan dari anak kepada orang tua sebagai wujud rasa hormat dan kasih sayang. Riano menambahkan, “Tradisi utama Lebaran Betawi itu hantaran atau nyorog, memberikan hantaran dari anak kepada orang tuanya, seperti dari Wali Kota kepada Gubernur.” Praktik ini dianggap simbolik dalam memperkuat jaringan sosial dan nilai kekeluargaan di kalangan Betawi.

Selain hantaran, rangkaian Lebaran Betawi menampilkan atraksi budaya khas Betawi, kuliner tradisional, serta pertunjukan seni yang menonjolkan identitas lokal. Selama tiga hari, mulai 10 hingga 12 April, pengunjung dapat menyaksikan pertunjukan musik kroncong, tari topeng, serta menikmati makanan khas seperti kerak telor dan soto Betawi.

Baca juga:

Riano menyoroti peran strategis Lebaran Betawi dalam mendukung ambisi Jakarta menjadi kota global. Ia mengaitkan hal tersebut dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 yang menegaskan budaya Betawi sebagai budaya utama ibu kota, berdampingan dengan budaya lain. “Menuju kota global, salah satu kriteria adalah identitas budaya. Jakarta sebagai ibu kota tentu harus mampu menampilkan budaya khas masyarakatnya,” ujar Riano, yang juga menjabat sebagai anggota DPRD DKI Jakarta selama tiga periode.

Ketua Bamus Betawi menyerukan partisipasi aktif semua pemangku kepentingan, tidak hanya dalam melestarikan tetapi juga mengembangkan budaya Betawi agar tetap relevan di era globalisasi. Ia memuji Gubernur Pramono Anung atas kepeduliannya terhadap kebudayaan Betawi dan mengajak semua pihak untuk bersama‑sama menjadikan tradisi ini sebagai daya tarik wisata budaya yang berkelanjutan.

Baca juga:

Dengan dukungan pemerintah provinsi, komunitas, serta media seperti LPP RRI yang meliput acara, Lebaran Betawi diharapkan terus menjadi simbol kebanggaan warga Jakarta. Keberlanjutan tradisi ini tidak hanya memperkuat identitas lokal, tetapi juga menambah nilai ekonomi kreatif melalui sektor kuliner, kerajinan, dan pariwisata budaya.

Ke depan, Bamus Betawi berencana menambah variasi program edukasi bagi generasi muda, termasuk workshop batik Betawi dan kelas tari tradisional, untuk memastikan pengetahuan budaya tidak tergerus oleh arus modern. Dengan demikian, Lebaran Betawi tidak hanya menjadi perayaan tahunan, tetapi juga platform strategis untuk melestarikan, mengembangkan, dan mempromosikan warisan budaya Betawi di tengah dinamika kota metropolitan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *