Daerah
Beranda » Berita » Longsor di Desa Sangkanayu, Purbalingga, Rugi Satu Jiwa dan Evakuasi Dipercepat

Longsor di Desa Sangkanayu, Purbalingga, Rugi Satu Jiwa dan Evakuasi Dipercepat

Longsor di Desa Sangkanayu, Purbalingga, Rugi Satu Jiwa dan Evakuasi Dipercepat
Longsor di Desa Sangkanayu, Purbalingga, Rugi Satu Jiwa dan Evakuasi Dipercepat

Media Pendidikan – 12 April 2026 | Longsor yang terjadi pada Minggu (12/4) di Desa Sangkanayu, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, menewaskan satu orang dan menimbulkan kepanikan di sejumlah rumah warga. Bencana tanah dan batu tersebut menggerus jalur utama desa, memaksa aparat setempat melakukan evakuasi darurat serta penanganan korban.

“Tanah dan batu longsor terjadi di Desa Sangkanayu,” kata laporan JPNN yang menuturkan kronologi awal kejadian. Pihak berwenang, termasuk tim SAR Kabupaten Purbalingga, segera dikerahkan untuk mengevakuasi penduduk yang terperangkap dan mengamankan area rawan. Tim tersebut menggunakan peralatan berat serta helikopter untuk mengawasi pergerakan material longsor yang masih aktif.

Baca juga:

Korban meninggal dunia adalah seorang pria berusia sekitar 45 tahun yang diduga terjebak di antara puing‑puing. Tim medis yang tiba di lokasi berhasil melakukan pertolongan pertama, namun kondisi korban tidak dapat diselamatkan. Identitas korban belum diumumkan secara resmi oleh kepolisian setempat.

Data resmi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purbalingga mencatat bahwa sebanyak 12 rumah rusak ringan, 4 rumah rusak berat, dan 2 rumah mengalami kerusakan total. Lebih dari 30 warga dipindahkan sementara ke posko darurat yang dibuka di balai desa Sangkanayu. Posko tersebut dilengkapi dengan fasilitas dasar seperti air bersih, makanan siap saji, dan layanan kesehatan ringan.

Selain dampak fisik, longsor ini memicu kekhawatiran terkait potensi bencana lanjutan. Pemerintah Kabupaten berjanji akan mempercepat proses pembersihan dan rekonstruksi, serta melakukan pemetaan risiko tanah longsor secara menyeluruh di seluruh wilayah Mrebet. Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Purbalingga, Budi Santoso, menegaskan bahwa “upaya rehabilitasi infrastruktur dan penataan kembali lahan akan menjadi prioritas utama untuk menghindari terulangnya kejadian serupa.”

Baca juga:

Warga sekitar mengungkapkan rasa keprihatinan sekaligus harapan bahwa pemerintah dapat memberikan solusi jangka panjang. Salah satu penduduk, Ibu Siti, menyatakan, “Kami takut lagi jika hujan turun lebat. Semoga pemerintah memperbaiki jalan dan memberi peringatan dini.”

Sejumlah lembaga sosial dan organisasi kemanusiaan setempat juga turut serta dalam distribusi bantuan, termasuk paket sembako, selimut, dan perlengkapan kebersihan. Mereka menekankan pentingnya koordinasi antara pihak pemerintah, TNI, Polri, serta relawan lokal untuk memastikan bantuan tepat sasaran.

Ke depannya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) akan meningkatkan pemantauan curah hujan di wilayah tersebut, sementara Dinas Lingkungan Hidup berencana mengimplementasikan program penghijauan di lereng-lereng rawan longsor. Upaya‑upaya ini diharapkan dapat menurunkan risiko erosi tanah dan memperkuat ketahanan wilayah terhadap bencana alam.

Baca juga:

Dengan satu nyawa yang telah hilang, peristiwa longsor di Sangkanayu menjadi peringatan keras akan pentingnya kesiapsiagaan dan penanganan risiko bencana di daerah-daerah dengan kondisi geografis rentan. Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus memantau situasi, menyelesaikan evakuasi, serta melaksanakan langkah‑langkah mitigasi yang diperlukan.

Berita Terkait

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *