Gaya Hidup
Beranda » Berita » Kepala BPOM: Jamu Punya Potensi Besar dan Didukung Bukti Sejarah

Kepala BPOM: Jamu Punya Potensi Besar dan Didukung Bukti Sejarah

Kepala BPOM: Jamu Punya Potensi Besar dan Didukung Bukti Sejarah
Kepala BPOM: Jamu Punya Potensi Besar dan Didukung Bukti Sejarah

Media Pendidikan – 07 Juni 2026 | Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar mengatakan jamu memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan pada masa mendatang. Menurutnya, penggunaan jamu juga didukung bukti sejarah panjang pengobatan berbasis herbal di Indonesia.

Taruna menyampaikan hal itu pada puncak Pekan Hari Jamu Nasional di Jakarta, Minggu, 7 Juni 2026. Menurutnya, jamu merupakan kekayaan Indonesia yang memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan. "Selain itu, berdasarkan saintifik 31 ribu tahun yang lalu, Indonesia telah melakukan apa yang disebut dengan surgery. Dan tentu pada saat itu obat-obatannya adalah jamu-jamuan atau herbal di Indonesia," ujar Taruna saat ditemui di Jakarta.

Baca juga:

Sementara itu, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Jamu (GP Jamu) Jony Yuwono mengajak seluruh pihak ikut melestarikan jamu. Menurutnya, para penjual jamu gendong memiliki peran penting menjaga warisan budaya bangsa. Jony mengatakan para penjual jamu gendong bukan sekadar menjajakan minuman tradisional kepada masyarakat. Mereka juga menjaga identitas budaya Indonesia melalui tradisi yang terus dipertahankan hingga kini.

Jony mendorong pengembangan jamu dalam berbagai bentuk yang lebih sesuai kebutuhan masyarakat modern. Menurutnya, jamu tidak harus selalu dipasarkan dalam kemasan botol seperti selama ini. Ia menyebut produk jamu dapat dikembangkan dalam bentuk saset, tablet, maupun kosmetik. Menurutnya, jamu diharapkan dapat dikenal hingga ke berbagai daerah dan dunia.

Baca juga:

Taruna Ikrar juga menekankan pentingnya melestarikan dan mengembangkan jamu sebagai warisan budaya Indonesia. "Kita harus menjaga warisan budaya bangsa kita dengan baik, termasuk jamu, karena jamu merupakan salah satu kekayaan budaya Indonesia yang sangat berharga," kata Taruna.

Taruna juga mengatakan bahwa pengembangan jamu harus dilakukan dengan cara yang lebih modern dan inovatif. "Kita harus memanfaatkan teknologi untuk mengembangkan jamu menjadi lebih baik dan lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat modern," kata Taruna.

Baca juga:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *