Media Pendidikan – 08 April 2026 | Sejumlah guru, kepala sekolah, dan peserta Tes Kompetensi Akademik (TKA) mengemukakan keberatan bahwa alokasi waktu 75 menit untuk mengerjakan soal matematika dirasa tidak cukup. Keluhan tersebut menimbulkan perdebatan di kalangan pendidik karena matematika merupakan mata pelajaran yang menuntut perhitungan teliti dan pemahaman konsep yang mendalam. Menanggapi sorotan publik, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikdasmen) memberikan klarifikasi resmi mengenai kebijakan durasi ujian tersebut.
Berikut beberapa poin penting yang diungkapkan Kemendikdasmen dalam pernyataannya:
- Komposisi Soal: Soal matematika TKA dirancang dengan variasi tingkat kesulitan, mulai dari soal tingkat dasar hingga soal yang menuntut aplikasi konsep tingkat tinggi. Rata-rata durasi yang diperkirakan untuk menyelesaikan setiap butir soal sudah disesuaikan dengan standar internasional.
- Analisis Waktu Pengerjaan: Data statistik menunjukkan bahwa mayoritas peserta dapat menyelesaikan seluruh butir soal dalam rentang waktu 70 hingga 75 menit. Hanya sebagian kecil yang mengalami kendala waktu, yang biasanya disebabkan oleh faktor eksternal seperti kurangnya persiapan atau kondisi kesehatan pada hari ujian.
- Perbandingan dengan Ujian Lain: Durasi 75 menit sejalan dengan standar waktu yang diterapkan pada ujian serupa di negara lain, termasuk ujian matematika pada program studi serupa di Asia Tenggara.
- Upaya Penyesuaian: Kemendikdasmen menegaskan komitmen untuk terus memantau hasil evaluasi dan melakukan penyesuaian bila data empiris menunjukkan perlunya perubahan. Proses review ini meliputi survei kepuasan peserta, analisis item response theory (IRT), serta konsultasi dengan lembaga penguji independen.
Selain itu, kementerian menekankan pentingnya peran sekolah dalam mempersiapkan peserta menghadapi format ujian yang telah ditetapkan. Sekolah diharapkan menyelenggarakan simulasi ujian dengan durasi yang sama, sehingga peserta terbiasa mengatur waktu secara efisien. Pada saat yang sama, guru matematika diminta untuk memberikan strategi pengerjaan soal, misalnya mengidentifikasi soal yang dapat diselesaikan cepat sebelum beralih ke soal yang lebih menantang.
Dalam konteks kebijakan pendidikan, penetapan waktu ujian tidak hanya berdampak pada aspek teknis penilaian, melainkan juga pada persepsi keadilan dan transparansi. Oleh karena itu, Kemendikdasmen berkomitmen untuk menyediakan panduan teknis yang lengkap, termasuk contoh soal beserta estimasi waktu pengerjaan, yang dapat diakses oleh seluruh pemangku kepentingan melalui portal resmi kementerian.
Beberapa pihak tetap mengkritisi keputusan tersebut, dengan mengajukan alternatif perpanjangan waktu atau penyesuaian jumlah soal. Namun, kementerian menegaskan bahwa penambahan waktu secara signifikan dapat mengubah standar kompetensi yang telah disepakati bersama, serta berpotensi meningkatkan beban administrasi dalam proses penilaian.
Kesimpulannya, penetapan durasi 75 menit untuk mengerjakan soal matematika pada TKA merupakan keputusan yang didasarkan pada analisis data, standar internasional, dan pertimbangan pedagogis. Kemendikdasmen membuka ruang dialog dengan para pemangku kepentingan dan berjanji untuk terus melakukan evaluasi berkala demi memastikan bahwa kebijakan ujian tetap relevan, adil, dan mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia.


Komentar