Media Pendidikan – 24 Juni 2026 | Badan Karantina Indonesia (Barantin) telah melakukan pelepasan ekspor kelapa parut olahan asal Gorontalo ke Jerman. Sebanyak 26 ton kelapa parut olahan diekspor dengan nilai mencapai Rp1,2 miliar. Kepala Badan Karantina Indonesia, Abdul Kadir Karding, menilai keberhasilan ini sebagai bukti bahwa produk olahan asal daerah mampu bersaing di pasar internasional.
"Kegiatan ini bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi bukti nyata bahwa Gorontalo siap menembus pasar dunia sekaligus memperkuat kedaulatan ekonomi daerah," kata Karding. Ia menambahkan bahwa ekspor produk olahan bernilai tambah tinggi sejalan dengan agenda hilirisasi yang menjadi salah satu fokus pemerintah.
Barantin juga melepas sejumlah komoditas unggulan Gorontalo untuk pasar domestik, yaitu 25 ton jagung senilai Rp151 juta dan 16 ton ikan bandeng senilai Rp224 juta yang dikirim ke Jakarta. Total komoditas yang dilepas mencapai 67 ton dengan nilai ekonomi sekitar Rp1,575 miliar.
Data Barantin menunjukkan kinerja ekspor Gorontalo sepanjang Januari hingga Mei 2026 mengalami pertumbuhan positif. Nilai ekspor tercatat mencapai Rp643,72 miliar atau meningkat 10,76 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.


Komentar