Media Pendidikan – 05 April 2026 | Pada Minggu Paskah yang berbahagia, umat Katolik di Indonesia menyaksikan Misa Paskah yang dipimpin oleh Kardinal Marinus Suharyo Hardjoatmodjo di Gereja Katedral Jakarta. Acara yang biasanya dipenuhi nuansa kebangkitan Kristus itu kali ini dibumbui dengan pesan mendesak tentang krisis lingkungan hidup. Kardinal Suharyo menegaskan bahwa perayaan kebangkitan tidak hanya menyentuh dimensi spiritual, tetapi juga menuntut kebangkitan moral umat manusia dalam menjaga ciptaan Tuhan.
Dalam khotbahnya, Kardinal Suharyo menyoroti pentingnya apa yang ia sebut “tobat ekologis“. Menurutnya, tobat bukan sekadar permohonan maaf atas dosa pribadi, melainkan sebuah langkah konkret untuk mengatasi keserakahan yang meluas dan kerusakan alam yang tak terkendali. Ia mengingatkan bahwa setiap tindakan yang merusak lingkungan adalah pelanggaran terhadap perintah kasih kepada sesama dan ciptaan, sebagaimana terkandung dalam ajaran Katolik.
Kardinal menyinggung kembali ensiklik Paus Fransiskus, Laudato Si’, yang menegaskan bahwa krisis iklim adalah krisis moral. “Kita dipanggil untuk menjadi penjaga bumi,” ujarnya, “dan penyesalan yang tulus harus diikuti oleh perubahan perilaku yang berkelanjutan.” Pesan tersebut menggarisbawahi bahwa gereja tidak hanya berperan dalam bidang rohani, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk menanggulangi tantangan ekologis.
Di Indonesia, tantangan lingkungan semakin mengkhawatirkan. Deforestasi yang dipicu oleh pembalakan liar, konversi lahan untuk perkebunan kelapa sawit, serta pencemaran laut akibat sampah plastik menjadi contoh nyata keserakahan yang menggerogoti alam. Kardinal Suharyo menekankan bahwa kebijakan pembangunan yang tidak mempertimbangkan kelestarian alam akan menambah beban generasi mendatang. Ia mengajak umat Katolik dan seluruh lapisan masyarakat untuk menilai kembali pola konsumsi dan produksi yang selama ini mengorbankan ekosistem.
Untuk mewujudkan tobat ekologis, Kardinal Suharyo mengusulkan serangkaian langkah praktis yang dapat diadopsi oleh jemaat. Ia menyarankan agar setiap paroki mengadakan program penanaman pohon, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, serta mengoptimalkan energi terbarukan di fasilitas gereja. “Kita dapat memulai dari hal kecil, seperti mematikan lampu saat tidak diperlukan atau mengadakan bank sampah,” kata kardinal tersebut. Ia menambahkan bahwa aksi-aksi kolektif akan menciptakan dampak yang lebih besar bila didukung oleh komitmen jangka panjang.
Reaksi dari kalangan rohaniwan dan LSM lingkungan tampak positif. Pastor Katolik dari Paroki St. Mary menilai bahwa pesan Kardinal Suharyo sejalan dengan gerakan global Gereja Katolik yang menekankan keadilan ekologis. Sementara itu, perwakilan LSM Lingkar Hidup Indonesia mengapresiasi keberanian tokoh agama dalam menyuarakan isu lingkungan, menilai bahwa dukungan moral dari gereja dapat memperkuat advokasi kebijakan hijau di tingkat pemerintah.
- Mengurangi sampah plastik di gereja dengan menyediakan tempat daur ulang.
- Menjalankan program penanaman pohon di kawasan sekitar gereja.
- Mengoptimalkan penggunaan energi surya untuk pencahayaan.
- Mengadakan edukasi lingkungan bagi jemaat secara rutin.
Pemerintah Indonesia juga menyambut baik seruan tersebut. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Budi Sutrisno, menyatakan bahwa kolaborasi antara institusi keagamaan dan pemerintah dapat mempercepat implementasi program hijau nasional. Ia menekankan perlunya sinergi antara kebijakan publik dan aksi berbasis komunitas untuk menurunkan emisi karbon dan melindungi keanekaragaman hayati.
Secara keseluruhan, Misa Paskah tahun ini tidak hanya menjadi perayaan kebangkitan Kristus, tetapi juga menjadi panggilan moral untuk bangkit melawan krisis iklim. Kardinal Suharyo menutup khotbahnya dengan doa agar umat Katolik menjadi agen perubahan yang berani mengambil langkah nyata dalam merawat bumi. Pesannya menegaskan bahwa tobat ekologis bukan sekadar retorika, melainkan sebuah komitmen kolektif untuk menata kembali hubungan manusia dengan alam demi masa depan yang lebih lestari.


Komentar