Nasional
Beranda » Berita » KAI Tutup 2.220 Perlintasan Liar dalam Sepuluh Tahun, Tekankan Keselamatan di Seluruh Indonesia

KAI Tutup 2.220 Perlintasan Liar dalam Sepuluh Tahun, Tekankan Keselamatan di Seluruh Indonesia

KAI Tutup 2.220 Perlintasan Liar dalam Sepuluh Tahun, Tekankan Keselamatan di Seluruh Indonesia
KAI Tutup 2.220 Perlintasan Liar dalam Sepuluh Tahun, Tekankan Keselamatan di Seluruh Indonesia

Media Pendidikan – 02 Mei 2026 | PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengumumkan bahwa sejak 2017 hingga kini, sebanyak 2.220 perlintasan liar telah ditutup. Upaya ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk meningkatkan standar keselamatan operasional kereta api serta mengurangi risiko kecelakaan di antara jaringan rel dan lalu lintas jalan.

Kronologi Penutupan dan Data Pendukung

Selama satu dekade terakhir, KAI berhasil menutup 2.220 titik perlintasan yang tidak memenuhi standar keamanan. Namun, masih terdapat 1.089 perlintasan lain yang dinilai berpotensi menimbulkan bahaya signifikan bagi masyarakat. Semua perlintasan liar yang melanggar protokol keselamatan akan segera ditertibkan melalui koordinasi dengan pemerintah daerah.

Baca juga:

Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, menegaskan pentingnya standar operasional pada setiap perlintasan: “Setiap titik perlintasan memiliki konsekuensi keselamatan. Untuk lokasi yang belum memenuhi ketentuan, penanganan dilakukan bersama pemerintah melalui mekanisme yang berlaku, termasuk penutupan.” Pernyataan tersebut disampaikan pada Jumat, 1 Mei 2026 di Jakarta.

Fokus Geografis dan Infrastruktur Pendukung

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menjelaskan bahwa mayoritas perlintasan liar berada di Pulau Jawa, sementara Sumatra menjadi wilayah prioritas berikutnya. Untuk menurunkan risiko, KAI sedang membangun 564 jembatan layang dan terowongan di titik-titik rawan, bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan.

Baca juga:

Data tambahan menunjukkan bahwa sejak Januari 2024 hingga April 2026, KAI melaksanakan sekitar 4.988 kegiatan sosialisasi keselamatan, memasang 1.745 media peringatan fisik, serta memberikan 687 sesi edukasi langsung kepada sekolah dan tempat ibadah.

Edukasi dan Budaya Tertib Lalu Lintas

Anne Purba menambahkan, “Menjaga kondisi perlintasan tetap tertib menjadi hal yang penting. Setiap risiko yang muncul di perlintasan dapat berdampak luas bagi pengguna jalan, keluarga, dan lingkungan di sekitarnya.” Ia mengimbau masyarakat untuk selalu berhenti, melihat ke kiri dan kanan, serta memastikan tidak ada kereta yang mendekat sebelum menyeberang rel.

Baca juga:

Langkah Selanjutnya

KAI berkomitmen untuk melanjutkan penutupan perlintasan liar yang tersisa dan meningkatkan infrastruktur di area berisiko tinggi. Perusahaan juga akan memperluas program edukasi, memperbanyak media peringatan, serta memperkuat kerjasama dengan pemerintah daerah untuk memastikan setiap titik perlintasan memenuhi standar keselamatan nasional.

Dengan pendekatan terpadu antara penutupan fisik, pembangunan infrastruktur, dan edukasi masyarakat, KAI berharap dapat menciptakan jaringan transportasi yang lebih aman dan terpercaya bagi jutaan penumpang serta pengguna jalan setiap harinya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *