Media Pendidikan – 15 April 2026 | PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengumumkan bahwa pada triwulan pertama tahun 2026 perusahaan berhasil menyerap total 54.911.065 liter BBM subsidi. Penyerapan ini mencakup seluruh jaringan kereta penumpang dan barang di Indonesia, serta menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran layanan transportasi publik dan distribusi logistik selama periode Januari hingga Maret.
Data operasional KAI menunjukkan peningkatan signifikan dalam layanan penumpang, dengan pertumbuhan 18,4 persen atau setara dengan 14.515.350 orang yang menggunakan kereta sejak awal tahun. Di sisi logistik, volume pengangkutan batu bara mencapai 12.075.002 ton, mendukung ketersediaan energi nasional, sementara barang lainnya tercatat 2.873.440 ton, mencakup produk retail dan komoditas perkebunan.
\”Kami memastikan penyerapan BBM subsidi dilakukan sesuai peruntukannya, dengan prinsip Good Corporate Governance. Setiap proses dijalankan secara terbuka, dapat dipertanggungjawabkan, dan terus kami jaga konsistensinya,\” ujar Anne Purba, Vice President Corporate Communication KAI dalam konferensi pers di Jakarta pada 14 April 2026.
Seluruh armada KAI kini telah beralih menggunakan Biosolar B40, bahan bakar biodiesel berkelas B40 yang diproduksi secara domestik. Langkah ini tidak hanya meningkatkan efisiensi energi, tetapi juga memperkuat komitmen perusahaan terhadap penggunaan energi terbarukan dan pengurangan emisi karbon.
Executive Vice President Corporate Secretary KAI, Wisnu Pramudya, menambahkan, \”Kepercayaan yang diberikan kepada KAI menjadi amanah yang kami jaga dengan penuh tanggung jawab. Kami terus memastikan setiap perjalanan dan distribusi barang menghadirkan manfaat bagi masyarakat, sekaligus menjaga laju aktivitas ekonomi agar tetap tumbuh dan saling terhubung.\”
Dengan pengelolaan subsidi yang terukur dan akuntabel, KAI berperan penting dalam menjaga kesinambungan layanan transportasi publik serta mendukung rantai pasok logistik nasional. Keberhasilan penyerapan BBM subsidi pada triwulan I dipandang sebagai indikator positif bagi stabilitas operasional perusahaan dan pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan.


Komentar