Ekonomi
Beranda » Berita » Indonesia Pertahankan Penggunaan Batu Bara untuk Jaga Keamanan Energi dan Harga Listrik

Indonesia Pertahankan Penggunaan Batu Bara untuk Jaga Keamanan Energi dan Harga Listrik

Indonesia Pertahankan Penggunaan Batu Bara untuk Jaga Keamanan Energi dan Harga Listrik
Indonesia Pertahankan Penggunaan Batu Bara untuk Jaga Keamanan Energi dan Harga Listrik

Media Pendidikan – 03 Mei 2026 | JAKARTA, 2 Mei 2026 – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menegaskan pada Sabtu bahwa Indonesia akan terus mengandalkan pembangkit listrik tenaga uap berbahan batu bara (PLTU) untuk memastikan keamanan energi nasional serta menjaga tarif listrik tetap terjangkau.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam sebuah acara yang diselenggarakan oleh Ikatan Alumni IPB di Jakarta. Dalam sambutannya, Bahlil menyoroti bahwa cadangan batu bara Indonesia yang melimpah menjadikan sumber daya ini sangat vital, terutama di tengah dinamika pasar energi global yang tidak menentu.

Baca juga:

Menilik kondisi lapangan, pemerintah menilai bahwa cadangan batu bara nasional yang besar memberikan landasan yang kuat bagi strategi energi berkelanjutan. Dengan memanfaatkan sumber daya dalam negeri, Indonesia dapat mengurangi ketergantungan pada impor energi sekaligus menekan volatilitas harga pasar internasional yang dapat berdampak pada konsumen rumah tangga.

Selain menekankan pentingnya keamanan pasokan, Bahlil juga menyinggung perlunya peningkatan efisiensi operasional PLTU. Ia menambahkan bahwa upaya modernisasi, termasuk penerapan teknologi pembakaran bersih dan peningkatan sistem kontrol, menjadi prioritas untuk meminimalkan dampak lingkungan sekaligus meningkatkan produktivitas pembangkit.

Baca juga:

Keputusan ini muncul bersamaan dengan perdebatan global mengenai transisi energi bersih. Pemerintah Indonesia berupaya menyeimbangkan antara komitmen pengurangan emisi karbon dengan realitas kebutuhan energi yang terus meningkat. Dengan menahan laju penghentian PLTU, negara berharap dapat memberi ruang bagi pengembangan energi terbarukan secara lebih terstruktur.

Ke depan, kementerian berjanji akan terus memantau perkembangan pasar energi serta menyesuaikan kebijakan bila diperlukan. Bahlil menutup pidatonya dengan menegaskan, “Kita tidak akan mengorbankan kestabilan listrik demi ambisi hijau yang belum siap,” menandakan tekad pemerintah untuk menjaga keseimbangan antara keamanan energi dan upaya dekarbonisasi.

Baca juga:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *